LANGIT7.ID–Jakarta; Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tidak hanya sebatas mencuci tangan tujuh langkah. Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) DKI Jakarta, Ns. Lily Herlinah, menegaskan bahwa kebersihan gigi dan mulut juga merupakan bagian penting dari PHBS yang berperan besar dalam mencegah berbagai penyakit.
“Jangan lupa bahwa gigi mulut adalah bagian dari kebersihan bagian dari PHBS,” ujar Lily Herlinah dalam kegiatan Kajian Kesehatan dalam Keluarga: Menjaga Kesehatan Dimulai dari Rumah bersama Enzim di Aula Panti Asuhan Muhammadiyah Jakarta Berat, Senin (13/10/2025).
Kegiatan edukatif ini turut menggandeng Langit7.id sebagai media partner, yang berperan dalam memperluas publikasi gerakan edukasi kesehatan dan mendukung penyebaran pesan PHBS di lingkungan keluarga.
Baca juga: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Jadi Basis Dakwah Aisyiyah di Tengah Masyarakat Urban“Jadi orang mau operasi jantung, cek dulu giginya semuanya. Kalau giginya bermasalah, ditanggalin semuanya. Ibu hamil sekarang kalau dia kontrol ANC, Antenatal Care, harus juga dikonsulkan ke bagian gigi dan mulut. Karena apa? Gigi dan mulut itu adalah tempat medianya kumankuman bisa bersemayam di sana. Sehingga itu harus bisa masuk ke dalam sistem pembuluh darah. Bisa mengakibatkan penyakit jantung dan macammacam masalah kesehatan,” jelasnya.
Dalam paparannya, Lily menjelaskan bahwa perawatan gigi dan mulut merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia. Ia menuturkan, banyak lansia yang mengalami keterbatasan untuk menjaga kebersihan diri, termasuk kebersihan mulut.
“Kalau giginya sudah kosong, ya mulutnya saja yang perlu dibersihkan, lidahnya sama langit-langitnya,” kata Lily saat menceritakan pengalamannya saat mendampingi lansia di panti.
Ia menambahkan, praktik menjaga kebersihan gigi dan mulut harus diajarkan sejak dini oleh ibu di rumah. “Anak belajar dari ibunya kan. Jadi mubazir memang, tetapi kalau sudah jatuh dilihat tempatnya di mana dulu jatuhnya, oh tempatnya kotor, jangan lagi dibilang belum lima menit, jangan! Satu menit pun sudah bisa, kuman itu sudah nempel,” ujarnya disambut tawa peserta.
Lily menegaskan, menjaga kebersihan pribadi merupakan kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit tidak menular. “PHBS rumah tangga diharapkan bahwa rumah tangga tahu, mau, dan mampu melaksanakan. Jadi, harus ada unsur-unsur pengetahuannya. Unsur-unsur pengetahuan itu dia tahu, kemudian ada sikapnya, kemauan dia untuk bisa berubah, dan ada keterampilan dia untuk bergerak mau melakukannya,” katanya.
Ia menutup penjelasannya dengan menekankan pentingnya pencegahan daripada pengobatan. “Kita berupaya menjaga kesehatan dengan cara promotif dan preventif,” tutur Lily.
(lam)