LANGIT7.ID-Jakarta; Cristiano Ronaldo menghadiri jamuan makan malam eksklusif di Gedung Putih pada Selasa malam bersama Presiden Donald Trump, Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan deretan tamu elit lainnya.
“Ruangan ini penuh dengan para pemimpin terbesar di dunia, baik dari bisnis maupun olahraga. Kamu tahu, anak saya itu penggemar berat Ronaldo,” kata Trump dalam acara makan malam itu.
Ia menambahkan, “Ronaldo ada di sini dan Barron bisa bertemu dengannya. Saya rasa sekarang dia jadi sedikit lebih menghargai ayahnya.”
Ronaldo, 40 tahun, saat ini bermain untuk Al-Nassr di Liga Pro Saudi. Piala Dunia tahun depan—yang akan digelar bersama oleh AS, Meksiko, dan Kanada—kemungkinan besar akan menjadi keikutsertaan terakhirnya di turnamen tersebut.
Setelah karier panjangnya di Eropa, kontrak Ronaldo bersama Manchester United berakhir pada November 2022 akibat ketegangan dengan klub. Ia kemudian bergabung dengan Al-Nassr pada Desember tahun itu, dengan nilai kontrak yang dilaporkan mencapai lebih dari 200 juta dolar AS per tahun.
Pada Juni lalu, Ronaldo kembali meneken perpanjangan kontrak dua tahun bersama Al-Nassr. Keputusan awalnya pindah ke Liga Pro Saudi juga dianggap membuka jalan bagi banyak bintang lain mengikuti jejaknya, seperti Neymar dari Brasil dan Karim Benzema dari Prancis yang bergabung pada 2023.
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi makin agresif memperluas pengaruhnya di dunia olahraga. Mereka meluncurkan LIV Golf pada 2022, menggelar balapan Formula One, serta berbagai pertandingan tinju kelas dunia. Tahun lalu, FIFA juga menetapkan Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034.
Pada September, negara itu mengumumkan akan menggelar turnamen flag football pada Maret 2026, melibatkan deretan pemain NFL—baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun—termasuk Tom Brady.
Ekspansi cepat ini menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia, yang menuduh Arab Saudi berusaha melakukan “sportswashing” untuk menutupi catatan pelanggaran HAM mereka.
“Cristiano Ronaldo sudah menjadi bagian utama dari upaya sportswashing Saudi lewat pekerjaannya di sana,” kata Jules Boykoff, akademisi dari Pacific University Oregon yang mengajar hubungan politik dan olahraga.
“Sekarang Ronaldo membawa pengaruh itu ke luar negeri, membantu Donald Trump melakukan sportswashing, yang membuat sang presiden bisa mengalihkan perhatian dari berbagai masalah sosial dan isu HAM di dalam negeri sambil tampil penting di panggung global,” tambah Boykoff.
Sementara itu, Bin Salman menjadi sosok yang dijauhi dunia internasional setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018, seorang kritikus keras pemerintahannya. Trump membela pemerintah Saudi meski CIA menyimpulkan bahwa sang putra mahkota memerintahkan pembunuhan tersebut. Trump juga punya hubungan bisnis pribadi dengan Saudi, termasuk menggelar turnamen LIV Golf di properti miliknya.
(lam)