LANGIT7.ID-Jakarta; Kabar meninggalnya Epy Kusnandar pada 3 Desember 2025 membuat perhatian publik langsung tertuju pada satu hal yang pernah ia ucapkan jauh sebelum kepergiannya: keinginan untuk dimakamkan di Garut. Pesan yang pernah ia sampaikan dalam sebuah wawancara itu kembali muncul ke permukaan dan kini terasa jauh lebih dalam maknanya.
Aktor yang dikenal lewat Preman Pensiun tersebut berpulang di usia 61 tahun. Wafatnya Epy bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga menghidupkan kembali pembicaraan tentang permintaan pribadinya agar kelak ia dibawa pulang ke tanah kelahiran. Keinginan itu ia kaitkan dengan hubungan batinnya dengan kampung halaman dan pusara sang ibu.
Wasiat tersebut awalnya muncul ketika Epy sedang diwawancarai terkait film horor terbarunya, Selepas Tahlil. Dalam kesempatan itu, ia secara terbuka mengungkap bahwa jika ajal menjemput, ia berharap jasadnya dikebumikan di Garut, dekat dengan makam ibundanya.
Penjelasan Epy tentang wasiat itu muncul saat ia mengulas perannya sebagai Hadi, karakter ayah yang meninggal lalu “kembali” dalam wujud mayat hidup. Pemaknaan terhadap tokoh tersebut membuatnya merenungkan berbagai hal—mulai dari kematian hingga hubungan keluarga yang belum terselesaikan.
Di tengah obrolan mengenai proses akting itu, Epy tiba-tiba membahas dirinya sendiri. Ia menyampaikan bahwa hasrat untuk ‘pulang’ ke Garut bukan sekadar ucapan ringan, melainkan permintaan sungguh-sungguh yang sudah lama ia simpan.
Ia menuturkan bahwa dimakamkan di dekat ibunya adalah bentuk rindu yang tidak pernah hilang. Baginya, Garut adalah tempat paling pantas untuk menjadi perhentian terakhir, karena di sanalah kenangan keluarga tersimpan.
Selain soal pemakaman, Epy juga menitipkan keinginan agar saudara-saudaranya bisa lebih rukun. Ia berharap momen berkumpul di kampung halaman—bahkan dalam suasana duka—bisa membawa kedekatan kembali. Ucapan itu menggambarkan bahwa ia sudah berdamai dengan pembicaraan seputar akhir hayat.
Selama proses pendalaman karakter di Selepas Tahlil, Epy mengakui bahwa memainkan sosok “orang mati yang hidup lagi” memberi ruang kontemplasi yang besar. Ia merasa pengalaman tersebut mengangkat banyak isu batin seperti rasa bersalah, janji yang tertunda, dan ketakutan akan maut yang datang sebelum semuanya tuntas. Dari situlah dorongan untuk berbicara terbuka mengenai kematian muncul.
Kabar wafatnya sendiri pertama kali disampaikan sang istri, Karina Ranau, melalui akun Instagram pada Rabu (3/12/2025). Ia mengunggah lelayu digital dengan doa untuk almarhum.
Berikut kutipan asli yang disampaikan Karina sebagaimana tertera dalam unggahan tersebut:
"Telah berpulang ke Rahmatullah. Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa. Allahumma firlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu berarti ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, sejahterakanlah dia dan maafkanlah kesalahannya," tulisnya.
Karina melanjutkan, "Wafat pada tanggal 3 Desember 2025 pukul 14.24," seraya menjelaskan bahwa jenazah kini disemayamkan di rumah duka kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
(lam)