LANGIT7.ID-Jakarta; Sorotan terhadap performa Timnas Indonesia U-22 di ajang SEA Games 2025 kini bergerak ke satu isu yang jarang dibicarakan: berkurangnya kehadiran suporter Indonesia di stadion ketika Garuda Muda bertanding. Fenomena ini menjadi perhatian serius staf tim, terutama setelah laga kontra Filipina yang berakhir 0–1.
Dalam pertandingan tersebut, atmosfer stadion terasa tidak biasa bagi Timnas. Tribun yang selama ini identik dengan warna merah justru tampak lengang. Situasi itu menciptakan kondisi mental yang berat bagi para pemain muda, terlebih bagi kapten tim, Ivar Jenner, yang terlihat frustrasi selepas pertandingan. Ia berjalan menuju lorong dengan emosi yang tidak tertahan, menolak berjabat tangan dengan official tim, hingga membanting botol minumannya.
Reaksi Ivar menjadi salah satu gambaran bahwa dukungan publik sangat berpengaruh bagi tim yang sedang menjalani kompetisi internasional. Tanpa sorakan besar dari pendukung, beban hasil pertandingan terasa makin berat.
Baca juga: Indonesia Tertekan di Grup C, Indra Sjafri Akui Performa Jauh dari StandarManajer Timnas, Sumardji, menjadi pihak pertama yang secara terbuka menyesalkan sepinya dukungan tersebut.
"Minimnya suporter yang hadir di stadion ini berdampak juga pada semangat pemain" ungkap Sumardji.
Ia mengaku terkejut ketika menyadari bahwa tribun yang paling riuh bukan berasal dari fans Indonesia.
"Ya, sejujurnya dalam hati saya berkata sama seperti yang Anda tanyakan, jujur saja ini. Karena begitu saya lihat, lho saya pikir suporter kita. Kok ramai sekali ini, riuh riangnya di sebelah kiri itu. Saya pikir kita, ternyata bukan,” tutur Sumardji.
Menurutnya, komposisi penonton di stadion kali ini tidak mencerminkan kultur dukungan suporter Indonesia yang selama ini dikenal selalu memenuhi tribun di berbagai negara.
"Jadi, sebenarnya kalau menurut saya, kehadiran suporter juga berpengaruh, jujur saja ini. Apalagi untuk anak-anak seusia begini, yang dibutuhkan adalah semangat, semangat dari suporter yang mendukung,” ucapnya.
Ia menegaskan kembali bahwa pemain muda sangat mengandalkan suntikan semangat langsung dari tribune.
“Itu bagian terpenting. Kenapa? Saya selalu melihat kalau suporternya banyak, yang hadir banyak, yang menyemangati banyak, semangat anak-anak itu bertambah,” imbuhnya.
Karena itulah, Sumardji berharap pada laga terakhir Grup C melawan Myanmar, warga Indonesia yang tinggal di Chiang Mai dapat hadir memberikan dukungan langsung.
"Karena itu, saya berharap warga Indonesia yang tinggal di Chiang May, bisa datang memberi dukungan langsung ke anak-anak," harapnya.
Terlepas dari persoalan dukungan suporter, posisi Indonesia di klasemen berada dalam kondisi kritis. Kekalahan dari Filipina membuat peluang ke semifinal hampir tertutup. Kemenangan atas Myanmar pun belum cukup selama pertandingan Vietnam vs Malaysia berakhir imbang pada Kamis (11/12/2025). Jika itu terjadi, Vietnam dan Malaysia sama-sama mengantongi empat poin, jumlah yang tidak dapat lagi disusul Timnas.
Fenomena sepinya suporter ini menambah daftar tantangan yang dihadapi Indonesia di SEA Games 2025—sebuah kondisi yang tak biasa bagi tim yang selama ini selalu diselimuti dukungan besar diaspora Indonesia di luar negeri.
(lam)