Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 11 Februari 2026
home global news detail berita

Kemenbud Gelar Budaya Tempe Goes to UNESCO, Tegaskan Nilai Budaya dan Ekonomi

tim langit 7 Ahad, 21 Desember 2025 - 12:09 WIB
Kemenbud Gelar Budaya Tempe Goes to UNESCO, Tegaskan Nilai Budaya dan Ekonomi

LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Promosi Kebudayaan, Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, menggelar rangkaian kegiatan Budaya Tempe Goes to UNESCO di halaman Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari aktivasi publik untuk mendorong pengakuan Budaya Tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage), sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai budaya, sosial, dan ekologis yang terkandung dalam tradisi tempe.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon,menegaskan bahwa Budaya Tempe tidak hanya berkaitan dengan pangan, tetapi juga memuat nilai filosofis dan pengetahuan tradisional yang penting dilestarikan. “Budaya tempe sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait kedaulatan pangan. Tempe adalah bagian dari tradisi pangan lokal, pengetahuan tradisional, dan nilai-nilai filosofis yang sudah mengakar di masyarakat,” tegasnya dalam keterangan resmi, Minggu (21/12/2025).

Menteri Kebudayaan juga menyoroti peran Budaya Tempe dalam perekonomian kerakyatan. Terdapat sekitar 170.000 komunitas pembuat tempe dan lebih dari 1,5 juta perajin di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa Budaya Tempe tidak hanya warisan budaya, tetapi juga sumber penghidupan bagi jutaan keluarga di Nusantara.

Lebih lanjut, Menteri Fadli juga menyoroti potensi budaya tempe sebagai ekonomi budaya, sesuai dengan salah satu butir objek pemajuan kebudayaan. “Jadi ini bagian juga dari ekonomi budaya, karena budaya itu termasuk di dalam objek pemajuan kebudayaan itu termasuk juga pangan lokal, karena pangan lokal ini ada ekspresi budaya di dalamnya tidak bisa dipisahkan dari cultural expression atau ekspresi budaya,” imbuh Fadli Zon.

Festival Budaya Tempe menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, ekonomi kreatif, seni budaya, dan olah raga yang disambut antusias oleh masyarakat. Acara ini mengusung tema “Tidak Ada yang Tahu Semua Tempe” dan dilangsungkan pada hari bebas kendaraan bermotor di Jakarta. Acara ini menjadi momentum yang tepat untuk mengajak publik merayakan khazanah tempe yang mencakup tradisi kuliner, inovasi pangan, serta gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

Kemenbud Gelar Budaya Tempe Goes to UNESCO, Tegaskan Nilai Budaya dan Ekonomi

Salah satu acara utama dalam festival ini adalah Fun RunBudaya Tempe, yang menjadi simbol dukungan publik terhadap proses pengusulan Budaya Tempe ke UNESCO. Setiap langkah para peserta dimaknai sebagai wujud solidaritas dan kebanggaan kolektif terhadap warisan budaya bangsa, serta ajakan untuk menjadikan tempe sebagai bagian dari gaya hidup sehat, ramah lingkungan, dan relevan bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan Budaya Tempe, baik sebagai identitas budaya maupun sebagai sistem pengetahuan tradisional yang mampu menjawab tantangan global.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian Kebudayaan, termasuk Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti, serta Direktur Jenderal Pemanfaatan, Pengembangan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra. Kehadiran sejumlah perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat, diantaranya Keamiran Islam Afghanistan, Republik Filipina, Republik Serbia, Republik Sosialis Vietnam, Federasi Rusia, Republik Demokratik Timor Leste, Negara Kuwait, Republik Rakyat Demokratik Laos, Kerajaan Kamboja, dan Negara Merdeka Papua Nugini turut memperkuat dukungan terhadap pengakuan Budaya Tempe di kancah internasional.

Menutup sambutannya, Menteri Fadli Zon menyatakan bahwa kegiatan Budaya Tempe Goes to UNESCO menjadi wadah strategis untuk mengkampanyekan kearifan lokal Indonesia. “Ini adalah bagian dari upaya mengangkat pangan lokal sebagai ekspresi budaya. Kegiatan ini adalah langkah sehat untuk mempromosikan dan memperjuangkan agar Budaya Tempe mendapatkan pengakuan UNESCO,” pungkasnya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 11 Februari 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
12:10
Ashar
15:25
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan