Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home global news detail berita

Wali Kota New York Zohran Mamdani Berpidato Dengan Progresif Kritik Politik Kepuasan Diri

tim langit 7 Sabtu, 03 Januari 2026 - 09:20 WIB
Wali Kota New York Zohran Mamdani Berpidato Dengan Progresif Kritik Politik Kepuasan Diri
LANGIT7.ID-Jika ada harapan bahwa Wali Kota New York Zohran Mamdani akan bergeser ke tengah atau menarik hati Demokrat moderat saat meluncurkan pemerintahannya, harapan itu lenyap ditelan hawa dingin Januari yang menandai dimulainya masa jabatannya.

Dalam pidato pelantikannya pada Kamis, Mamdani berusaha menyampaikan pesan yang jelas: kaum kiri telah memenangkan perlombaan ketat untuk kursi wali kota, dan pemerintahannya sekarang bertekad menunjukkan kepada seluruh negeri bahwa kaum liberal progresif pada kenyataannya bisa memerintah.

Di tengah masa perpecahan politik yang dalam di seluruh AS, Mamdani berpegang teguh pada identitas dan ideologi politiknya. Ia mengingatkan kerumunan bahwa ia "terpilih sebagai seorang sosialis demokrat," berjanji akan "memerintah sebagai seorang sosialis demokrat," serta mengecam politik kepuasan diri dan para elit politik yang dianggap telah gagal memenuhi kebutuhan konstituennya.

Ini adalah pidato progresif yang tak meminta maaf, di mana Mamdani menggambarkan partai Demokrat arus utama sebagai partai yang kekurangan imajinasi dan ambisi. Kemudian, ia bersumpah untuk tidak "meninggalkan prinsip-prinsip saya hanya karena takut dianggap radikal."

Itu adalah standar yang tinggi bagi seorang wali kota baru yang mengambil alih kendali sebuah kota rumit di dalam lanskap politik yang sering menuntut kompromi.

Sebelum berhasil merebut kursi wali kota, Mamdani menunjukkan kesediaannya untuk membuat konsesi dan menarik diri dari beberapa posisi kontroversial. Misalnya, selama kampanye, Mamdani terpaksa menjaga jarak dari kritiknya sebelumnya terhadap Departemen Kepolisian New York dan seruannya untuk mengurangi pendanaan lembaga tersebut.
Namun pada Kamis itu, wali kota baru itu berusaha menghapus segala kesan bahwa ia akan melunakkan agendanya.

"Dalam menulis pidato ini, saya diberi tahu bahwa inilah saatnya untuk mengatur ulang ekspektasi, bahwa saya harus menggunakan kesempatan ini untuk mendorong warga New York meminta sedikit dan mengharapkan lebih sedikit lagi," katanya. "Saya tidak akan melakukan hal seperti itu. Satu-satunya ekspektasi yang ingin saya atur ulang adalah ekspektasi yang rendah."

Mamdani juga berusaha menciptakan nada yang mempersatukan. Ia berbicara langsung kepada para lawan dan pengkritik yang masih meragukan kemampuan mantan anggota majelis negara bagian berusia 34 tahun itu dalam mengelola kota terbesar di negara ini dan menerapkan agenda yang dianggap banyak orang terlalu liberal dan tidak realistis.

Mamdani telah mengusulkan untuk mengenakan pajak pada penduduk terkaya kota dan menaikkan tarif pajak perusahaan – langkah-langkah yang membutuhkan dukungan legislatif negara bagian dan gubernur – untuk membiayai agenda andalannya: pengasuhan anak universal, bus kota "cepat dan gratis," serta menerapkan pembekuan sewa bagi penyewa di unit berpenstabilan sewa.

"Jika Anda adalah warga New York, sayalah wali kota Anda," ujar Mamdani kepada kerumunan. "Terlepas dari apakah kita sepakat, saya akan melindungi Anda, bergembira bersama Anda, berduka bersama Anda, dan tidak akan pernah, sedetik pun, bersembunyi dari Anda."

Fokus Mamdani pada warga New York kelas pekerja tersebar di seluruh pidatonya. Ia berbicara tentang supir taksi dan pelayan restoran, pekerja rumah sakit dan operator kereta bawah tanah, menggambarkan orang-orang yang bekerja di balik layar dan sering tak diperhatikan sambil berjuang untuk bertahan hidup.
Kelas pekerja dan gerakan buruh menjadi tema sentral sepanjang hari itu.

Tak lama sebelum berbicara di depan kerumunan, sebuah duo membawakan lagu kebangsaan "Bread and Roses" – judul yang mengacu pada slogan politik yang menjadi seruan perjuangan hak-hak pekerja pada 1912. Simbolisme itu dimaksudkan untuk melambangkan kebutuhan manusia akan sandang pangan, tetapi juga keindahan. Dalam memilih pertunjukan itu, pemerintahan Mamdani sepertinya berusaha memberi tahu warga New York bahwa kedua hal itu mungkin untuk diraih.

"Apa yang radikal adalah sebuah sistem yang memberi begitu banyak kepada segelintir orang dan menyangkal begitu banyak orang akan kebutuhan dasar hidup," kata Mamdani, mengutip Senator Independen Vermont, Bernie Sanders, yang memimpin sumpah jabatan publik Mamdani. Sanders memuji warga New York dan Mamdani karena telah memberikan harapan dan inspirasi kepada "orang-orang di seluruh negeri ini."

Kemenangan Mamdani pada November lalu memicu debat tentang apakah partai Demokrat nasional harus bergeser ke kiri, fokus pada isu-isu yang mempengaruhi kelas pekerja, dan secara khusus menyasar pemilih dengan menyoroti keterjangkauan hidup, terutama menjelang pemilihan paruh waktu yang akan datang.

Beberapa jam setelah menyampaikan pidato pelantikannya, Mamdani bepergian ke Brooklyn, di mana ia mengambil tindakan pertama pemerintahannya: menandatangani seperangkat perintah eksekutif yang berfokus pada perumahan.

Kemudian, ia kembali ke Balai Kota, di mana puluhan pekerja masih berkutat dalam cuaca dingin, membongkar kursi dan peralatan panggung yang digunakan sebelumnya. Saat mereka berjalan masuk ke dalam gedung, Mamdani sudah berdiri di belakang meja lipat, membagikan cokelat panas.(*/saf/cnn)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)