LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat muslim diminta memakmurkan masjid, salah satunya dengan mengerjakan shalat berjamaah di tempat tersebut. Namun kerap muncul pertanyaan lebih baik di tempat terdekat atau yang jauh?
Menurut Ustadz Adi Hidayat dalam kutipan ceramahnya yang diunggah di Youtube mengatakan, sebetulnya tidak ada larangan bagi jamaah sholat di masjid dekat atau jauh. Namun pilihan terbaiknya, memakmurkan masjid di sekitar lingkungan kita.
"Yang terbaik ini, kalau ada di sekitaran kita (masjid), belum makmur, kita harus makmurkan," kata Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya itu.
Terkait adanya kekurangan dalam pelaksanaan ibadah, seperti imam yang terburu-buru, bacaan yang kurang jelas serta hal-hal lainnya, tidak boleh menjadi alasan bagi kita meninggalkan masjid tersebut.
"Kalau ada tempat yang kotor, kita bersihkan. Bukan ditinggalkan. Susah Antum kalau ada rumah kotor malah ditinggalkan, bukan dibersihkan," ujarnya.
Jamaah masjid sebaiknya memberikan solusi, bukan sekadar mengeluh. Misalnya menawarkan seseorang yang memiliki bacaan baik dan benar, memgimami sholat di tempat itu.
"Kita bilang, ada teman saya bacaan Al-Qurannya bagus, tidak kalah dengan imam Masjidil Haram (Mekkah). Lalu kita usulkan orang itu menjadi imamnya," kata dia.
Cara-cara seperti ini merupakan solusi bijak menyisati kekurangan suatu masjid. Bila nantinya tempat itu ramai dikunjungi masyarakat, kita akan mendapatkan pahala yang besar dan akan ada kebahagiaan di hati kita nantinya.
Allah subhanahu wata ala berfirman dalam Al-Quran Surah At-Taubah ayat ke 18 menganai pentingnya memakmurkan masjid. Berikut arti dari ayat tersebut:
"Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk,".
(bal)