LANGIT7.ID - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mendukung Desa Wisata Sumberbulu diberi pendamping penerapan CHSE (
Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) sebagai upaya menyambut wisatawan di tengah pandemi Covid-19.
Pendampingan penerapan CHSE dilakukan Sandiaga saat melakukan visitasi 50 besar Desa Wisata Terbaik Indonesia Bangkit ADWI 2021 di Desa Wisata Sumberbulu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Menurutnya, Desa Wisata Sumberbulu bisa menjadi desa percontohan bagi desa-desa di seluruh Indonesia khususnya di Jawa Tengah dalam penerapan sapta pesona, pengelolaan
homestay, dan penerapan CHSE.
"Kita sudah sepakat membuat program pendampingan CHSE di Desa Wisata Sumberbulu, sehingga ini bisa memacu semangat optimisme dan harus lebih baik lagi ke depan. CHSE ini bisa menjadi solusi," kata Sandiaga seperti dikutip Senin (11/10).
Baca juga:
Tenganan Pegringsingan, Desa Wisata Adat Kuno di Bali"Nantinya Prof. Fatma Lestari, selaku Kepala Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia dan dibantu oleh teman-teman S3 dari Universitas Indonesia bisa memberikan pendampingan CHSE," ujarnya.
Desa Wisata Sumberbulu menjadi salah satu destinasi wisata edukasi berbasis kearifan lokal. Tidak hanya memberikan Edu Wisata tentang pertanian, peternakan, dan kerajinan, desa wisata ini juga mengajak pengunjung menikmati suasana serta menggali pengalaman baru.
Selain itu, Desa Wisata Sumberbulu resmi berdiri sejak tahun 2017 berada di bawah pengelolaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Sumberbulu. Kemudian, Pokdarwis membentuk manajemen khusus mengelola Desa Wisata Sumberbulu.
Desa Wisata Sumberbulu juga menyediakan fasilitas homestay dengan kapasitas 65 kamar untuk 150 orang. Warga setempat juga menyiapkan suvenir berupa kerajinan dari bambu, jamu, dan kerajinan dari bekas bungkus kopi.
Lebih lanjut, Sandiaga berharap berharap Desa Wisata Sumberbulu bisa menjadi percontohan penerapan protokol kesehatan CHSE di desa wisata lainnya di Kabupaten Karanganyar dan dapat meningkatkan perekonomian setempat.
"Protokol kesehatan ini menjadi standar untuk bangkit di tengah pandemi. Terlebih, Kabupaten Karanganyar saat ini sudah berada di PPKM level 2," paparnya.
(sof)