Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 Juli 2026
home wisata halal detail berita

Tenganan Pegringsingan, Desa Wisata Adat Kuno di Bali

Garry Talentedo Kesawa Sabtu, 09 Oktober 2021 - 13:45 WIB
Tenganan Pegringsingan, Desa Wisata Adat Kuno di Bali
Desa Wisata Tenganan Pegringsingan di Kabupaten Karangasem, Bali. (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Karangasem - Desa Tenganan atau dikenal dengan Tenganan Pegringsingan, merupakan salah satu dari sejumlah desa kuno di Pulau Bali. Pola kehidupan masyarakatnya mencerminkan kebudayaan dan adat istiadat desa Bali Aga (pra Hindu) yang berbeda dari desa-desa lain di Bali.

Desa Wisata Adat Tenganan Pengringsingan terletak di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Desa ini berjarak 15 km dari pusat kota Amlapura dan 65 km dari pusat kota Denpasar.

Berbeda dengan desa-desa di Bali pada umumnya, Tenganan Pegringsingan masih kokoh mempertahankan jati dirinya sebagai desa adat yang tak tergerus oleh pengaruh zaman modern. Desa ini tetap tegar bertahan dari gempuran "reformasi peradaban" dan pesatnya teknologi informasi yang berperan dalam memengaruhi pola hidup manusia secara signifikan.

Desa Tenganan memiliki keunikan diantara desa lainnya karena landscape desa yang dibuat berundak atau terasering dengan posisi makin ke selatan makin rendah. Tujuannya untuk menghidari kikisan air hujan.

Baca juga: Destinasi Wisata Pedestrian Palembang Dipindahkan ke Pinggiran Sungai

Di dalam desa juga dibuat saluran limbah atau utilitas lingkungan yang terencana dengan baik, seperti adanya boatan, teba pisan dan paluh menuju sungai. Pemukian di desa ini berpetak-petak lurus dari utara ke selatan dengan luas pekarangan yang sama, yakni 2,342 are.

Sebagai obyek wisata budaya yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Karangasem, Desa Tenganan Pegringsingan memiliki identitas yang tidak dimiliki desa-desa di Bali lainnya. Misalnya, bangunan rumah yang masih tradisional.

Budaya Tenganan merupakan budaya tertua di Bali. Adat istiadat mereka diturunkan dari para leluhur sejak abad ke-11 yang hingga sekarang masih dipegang teguh oleh masyarakat setempat.

Salah satu obyek wisata yang dapat dikunjungi ialah Candi Dasa. Di sini, Sahabat Langit7 dapat menikmati pantai pasir putih yang menjadi daya tarik utama Candi Dasa. Meski belum sebagus pantai Pandawa, atau Pantai Melasti Ungasan, tapi Candi Dasa ramai dikunjungi wisatawan.

Desa Tenganan memiliki panorama keindahan alam sebagai wisata alternatif jalur trekking dengan melewati jalan desa, perbukitan, dan juga hamparan sawah penduduk. Rute pendek jalur trekking ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 3-4 jam.

Sahabat Langit7 juga dapat melihat tradisi yang dimiliki Desa Tenganan, seperti tradisi ritual Mekaré-karé atau yang lebih dikenal dengan "perang pandan". Mekaré-karé merupakan bagian puncak dari prosesi rangkaian upacara Ngusaba Sambah yang digelar pada setiap Bulan Juni yang berlangsung selama 30 hari.

Baca juga: GP Mandalika Pintu Pemulihan Industri Pariwisata Indonesia

Mekaré-karé atau diikuti para lelaki dari usia anak-anak sampai orang-orang tua. Sarana yang dipergunakan adalah daun pandan yang dipotong-potong sepanjang ±30 cm sebagai senjata dan tameng yang berfungsi untuk menangkis serangan lawan dari geretan duri pandan.

Desa Tenganan juga identik dengan kerajinan tenun double ikat kain Gringsing. Kata Gringsing berasal dari kata "gering" yang berarti sakit atau musibah, dan "sing" artinya tidak. Secara keseluruhan, gringsing diartikan sebagai penolak bala.

Sahabat Langit7 bisa langsung mengunjungi Art Shop untuk melihat langsung seperti apa kain Gringsing. Atau bisa juga membelinya dengan kisaran harga Rp800.000 hingga Rp2 juta.

Harga yang ditawarkan dirasa cukup masuk akal karena proses pembuatannya mencapai tiga tahun. Warna yang digunakan juga berasal dari tumbuh-tumbuhan alami, sehingga memerlukan perlakuan-perlakuan khusus.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan