Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 17 Januari 2026
home sports detail berita

Percaya Tidak? Bermain Tenis Bisa Hidup 10 Tahun Lebih Lama. Bagaimana Olahraga Yang Lain?

tim langit 7 Ahad, 11 Januari 2026 - 09:16 WIB
Percaya Tidak? Bermain Tenis Bisa Hidup 10 Tahun Lebih Lama. Bagaimana Olahraga Yang Lain?
LANGIT7.ID-Setiap tournamen tenis di mana pun banyak penontonnya. Mereka sangat senang melihat para pemain bintangnya. Ada Carlos Alcaraz, Jannik Sinner, Novak Djokovic, Aryna Sabalenka, Iga Swiatek, si cantik Elena Rybakina, si cantik Emma Raducanu. Para bintang tenis ini, sangat menarik dalam permainannya di lapangan sehingga layak untuk ditonton.

Harus diakui, popularitas tenis telah tumbuh secara stabil dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan pertumbuhan yang sangat pesat dari olahraga saudaranya, pickleball. Apalagi di olahraga ini, dunia sangat mengapresiasi dengan hadiah hadiah uang yang sangat besar. Level grand slam, hadiah sang juara mencapai 43 miliar, bahkan Dubai yang menggelar tournamen terbatas untuk 8 pemain top teratas berani memberi hadiah 89 miliar dan setiap pemain yang datang sudah dipastikan menerima 23 miliar. Korea Selatan baru saja menggelar event exhibition match antara dua petenis rangking 1 dunia Carlos Alcaraz dan petenis rangking 2 Jannik Sinner, berani memberi hadiah uang keduanya masing masing 34,6 miliar. Luar biasa!

Jadi, olahraga tenis memang luar biasa. Bahkan lebih dari 23 juta orang Amerika bermain tenis setidaknya sekali pada tahun 2023, dan hampir 12 juta di antaranya bermain minimal 10 kali.

Tenis adalah olahraga fisik yang menuntut dan menarik, dan bermain secara teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Tidak mengherankan jika olahraga ini membantu orang mematuhi panduan yang direkomendasikan, yaitu setidaknya 150 menit latihan intensitas sedang (atau 75 menit latihan intensitas tinggi) per minggu, yang mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan obesitas.

Namun, tidak semua olahraga diciptakan setara, dan tenis memiliki manfaat kesehatan unik yang didukung oleh penelitian.

Anda Mungkin Hidup Lebih Lama
Bermain tenis dapat membantu Anda hidup lebih lama dibandingkan dengan olahraga lainnya.

Studi Jantung Kota Kopenhagen (The Copenhagen City Heart Study), yang mengikuti lebih dari 8.500 orang selama 25 tahun, menemukan bahwa pemain tenis memiliki peluang hidup lebih lama dibandingkan dengan mereka yang melakukan bulutangkis, sepak bola, bersepeda, berenang, dan jogging. Studi tersebut memproyeksikan bahwa pemain tenis rekreasional akan hidup rata-rata 9,7 tahun lebih lama daripada jika mereka tidak bermain. (Bermain bulutangkis dapat memperpanjang usia harapan hidup hingga 6,2 tahun, berenang 3,4 tahun, dan jogging 3,2 tahun.) Demikian pula, dalam sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan di International Journal of Exercise Science, pemain tenis rekreasional yang bermain minimal dua kali seminggu cenderung tidak mengalami obesitas, merasa lebih berenergi, dan memiliki kesehatan keseluruhan yang lebih baik.

Manfaat ini sebagian besar disebabkan oleh dampak tenis terhadap kesehatan jantung. Menurut Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA), bermain tenis tiga jam seminggu dapat mengurangi risiko penyakit jantung Anda lebih dari 50%. Selain itu, sebuah studi di Inggris menemukan bahwa olahraga raket, dibandingkan dengan sepak bola, bersepeda, dan berlari, secara unik dikaitkan dengan risiko kematian akibat semua penyebab yang lebih rendah.

Bermain tenis menawarkan manfaat di luar sekadar aktivitas harian, yaitu meningkatkan fokus mental, waktu reaksi, dan kelincahan. Tenis memaksa Anda untuk tetap waspada, yang membuat otak tetap terlibat dan aktif, serta dapat membantu meningkatkan kelincahan, yang dapat memperkuat keseimbangan dan mencegah cedera serta jatuh.

Peningkatan Mobilitas dan Kekuatan Genggaman

Seiring bertambahnya usia, Anda kehilangan massa otot, dan tulang Anda bisa menjadi lebih rapuh. Kekuatan genggaman dapat menjadi indikator seberapa baik Anda menua dan terkait dengan penyakit jantung, peradangan, bahkan demensia. Menggenggam raket untuk pukulan yang kuat membutuhkan kekuatan tersebut.

Aktivitas fisik melawan kehilangan otot terkait usia. Namun olahraga ketahanan pembebanan berat (weight-bearing endurance), khususnya seperti tenis, membantu menjaga kesehatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.

Anda Memiliki Komunitas

Dibandingkan dengan pergi ke gym sendiri, berlari di luar, atau berenang (yang semuanya tetap merupakan bentuk olahraga yang baik!), tenis mengharuskan Anda untuk berinteraksi dengan orang lain.

Terutama bagi orang dewasa yang lebih tua yang lebih rentan terhadap konsekuensi kesehatan dari epidemi kesepian, tenis dapat menyatukan beragam kelompok orang melalui olahraga dalam komunitas. Berolahraga dan bersosialisasi adalah pilar penting untuk menua dengan baik, karena isolasi sosial dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia sebesar 50%. Mempertahankan jaringan sosial yang kuat juga membantu mencegah kondisi kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, membantu orang merasa lebih bahagia hingga usia lanjut.

Jika ini terdengar menyenangkan bagi Anda, Anda beruntung, karena tenis populer di semua usia dan tingkat keahlian. Jadi, mungkin sekaranglah saatnya untuk membersihkan raket lama Anda(*/saf/fortune)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 17 Januari 2026
Imsak
04:18
Shubuh
04:28
Dhuhur
12:06
Ashar
15:30
Maghrib
18:19
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan