Masjid Negara IKN Punya Menara 99 Meter yang Melambangkan Filosofi Asmaul Husna
tim langit 7Senin, 12 Januari 2026 - 13:41 WIB
LANGIT7.ID-Jakarta; Pembangunan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan kemajuan signifikan dengan menonjolkan arsitektur yang sarat akan makna spiritual. Salah satu ikon yang paling mencolok dari bangunan megah ini adalah kehadiran menara minaret setinggi 99 meter, sebuah angka yang melambangkan keagungan 99 nama Allah atau Asmaul Husna.
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat meninjau lokasi pada Minggu (11/1) mengungkapkan bahwa progres pembangunan masjid ini telah menyentuh angka 90 persen. Dengan kapasitas yang mampu menampung hingga 60.000 jemaah, Masjid Negara diproyeksikan menjadi pusat peribadatan utama di kawasan ibu kota baru tersebut.
"Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan segera selesai. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Harapannya, jika sudah rampung, masyarakat bisa langsung memanfaatkannya untuk beribadah dan memperkuat ukhuwah di lingkungan IKN," ujar Menag dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Meski Masjid Negara menjadi sorotan utama, pembangunannya merupakan bagian dari rencana besar pembuatan kompleks rumah ibadah inklusif. Tepat di dekatnya, Gereja Basilika juga sedang dibangun dengan arsitektur unik yang membentuk simbol salib jika dipantau dari udara. Gereja ini nantinya memiliki kapasitas 1.600 umat dan dilengkapi fasilitas seperti Wisma Uskup, Jalan Salib, hingga Gedung Kolaborasi Lintas Agama.
Menag menekankan bahwa kawasan ini tidak hanya memprioritaskan dua bangunan tersebut, namun akan mencakup seluruh rumah ibadah dari berbagai agama secara berdampingan.
"Saat ini Masjid Negara dan Basilika sedang berproses. Ke depannya, seluruh rumah ibadah lintas agama mulai dari Gereja Kristen, Vihara, Kuil, hingga Pura besar akan dibangun dalam satu kawasan yang berdekatan," jelas Menag.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Petugas Konstruksi, Evry, menambahkan bahwa integrasi bangunan lintas agama seperti Pura, Vihara, dan Klenteng besar sudah masuk dalam rencana pengembangan tahap selanjutnya guna menciptakan keharmonisan di IKN.
Sebagai masukan akhir, Menag menyarankan adanya sentuhan artistik tambahan berupa ornamen dinding dan pengaturan tata cahaya yang lebih estetik pada Masjid Negara maupun Basilika. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat aura spiritualitas bagi siapapun yang datang untuk beribadah.
Pembangunan kompleks rumah ibadah dengan filosofi mendalam ini diharapkan menjadi wajah nyata dari visi Indonesia dalam menjunjung tinggi nilai toleransi dan moderasi beragama di era modern.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.