LANGIT7.ID-Jakarta; Tonggak baru sejarah ekonomi syariah Indonesia resmi dimulai setelah Rosan P. Roeslani ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 1447–1452 H. Penetapan ini dilakukan dalam sidang pleno Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII MES yang berlangsung di Jakarta pada Minggu (11/1).
Visi besar Rosan adalah membawa ekonomi berbasis syariah keluar dari zona nyaman. Ia menegaskan komitmennya untuk mengubah paradigma lama dan menjadikan sistem ini sebagai pilar utama, bukan sekadar pelengkap dalam struktur ekonomi Indonesia.
“Ekonomi syariah tidak boleh berhenti sebagai alternatif. MES harus terus berperan sebagai thought leader dan katalisator, sekaligus menjembatani kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat agar ekonomi syariah hadir nyata di sektor riil,” tegas Rosan dalam keterangannya, dikutip Senin (12/1/2026).
Baca juga: Target Ambisius MES: Lonjakan Pangsa Pasar Ekonomi Syariah Jadi Prioritas Utama
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI sekaligus CEO Danantara tersebut menilai, potensi pasar halal nasional yang sangat besar harus segera dikonversi menjadi aksi nyata. Ambisi tersebut akan diwujudkan melalui penguatan UMKM syariah, pengembangan industri halal, serta pemberdayaan koperasi syariah yang memiliki daya saing global.
Guna memperkuat akselerasi organisasi, Munas ke-VII juga menetapkan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat MES. Kehadiran tokoh-tokoh strategis ini diharapkan mampu mempercepat sinergi lintas sektor, termasuk dalam menggarap potensi besar pada ekosistem haji dan umrah.
Meskipun membawa semangat perubahan yang progresif, Rosan tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap fondasi yang telah diletakkan oleh pengurus sebelumnya. Menurutnya, jejaring dan kelembagaan yang sudah kuat adalah modal utama untuk melangkah lebih jauh.
“Saya telah mengikuti perkembangan MES sejak lama dan melihat banyak capaian penting yang patut diapresiasi. Fondasi kelembagaan, jejaring, dan peran strategis MES dalam pengembangan ekonomi syariah nasional telah dibangun dengan baik dan harus terus dijaga,” tambahnya.
Rosan menyadari bahwa transformasi besar ini memerlukan kerja kolektif. Ia menekankan pentingnya dukungan penuh dari seluruh jaringan MES, baik di tingkat pusat, daerah, hingga pengurus di luar negeri.
“Semua agenda besar ini tidak dapat dijalankan sendiri. Saya membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh keluarga besar MES agar manfaat ekonomi syariah benar-benar dirasakan oleh umat,” pungkasnya.
Pasca penetapan ini, Rosan diberikan amanah untuk segera menyusun formasi lengkap kepengurusan Pengurus Pusat MES dalam waktu paling lambat 30 hari ke depan.
