LANGIT7.ID-, Jakarta - - Dunia akademis menjadi babak baru bagi aktris
Dian Sastrowardoyo. Menjabat sebagai dosen tetap di Program Pendidikan Vokasi
Universitas Indonesia, Dian merasa menemukan ruang bertumbuh.
Baginya, berdiskusi dengan mahasiswa muda adalah jembatan untuk memahami hal-hal baru yang belum pernah ia temui sebelumnya.
"Satu, kalau
ngajar tuh kita belajar dua kali. Kedua, kalau kita selalu
ngebuka diri, apa yang bisa diskusi sama generasi yang lebih muda, kita tuh jadi lebih seger gitu loh, jadi lebih ngerti
the pulse of the audience," kata Dian Sastro dalam podcast dengan Raditya Dika, dilihat LANGIT7.ID, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Dian Sastro Rayakan HUT ke-43 dengan Bertilawah di Malam Nuzulul Qur'anSebagai sosok yang aktif di depan maupun di balik layar, Dian Sastro merasa penting untuk terus menyelaraskan perspektifnya dengan dinamika dunia saat ini melalui kacamata
generasi muda.Menurutnya, langkah ini begitu krusial, mengingat generasi muda adalah audiens utama bagi karya-karya film yang diproduksinya.
"Audiens kan juga makin muda ya, kitanya makin tua. Cuma dengan kita punya interaksi sama mereka, kita jadi lebih ngerti gitu, mereka tuh cara pikirnya ke mana sih," ucap Dian.
Ibu dua anak ini menambahkan interaksi dengan anak-anak muda membuatnya tetap relevan dengan tren terkini.
Dalam pandangannya sebagai produser, sangat penting untuk mengenali profil dan preferensi audiens agar karya yang dihasilkan tepat sasaran.
Lewat aktivitas mengajar, kata Dian, ia jadi lebih memahami gaya bahasa serta kecenderungan unik generasi masa kini yang jauh berbeda dengan generasinya.
Baca juga: Dian Sastrowardoyo Spill Takjil Favorit: Gorengan Pakai Rawit"Kita belajar juga, asli," tutur Dian.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai dosen tetap di Vokasi UI, Dian Sastrowardoyo mengemban tanggung jawab akademik seperti membimbing laporan magang dan skripsi mahasiswa.
Ia menjelaskan bahwa setiap semester ia mendampingi perkembangan studi mahasiswa bimbingannya hingga menguji sidang akhir.
"Gue jadi dosen pembimbing akademik, jadi gue tiap semester ada beberapa anak-anak yang lapor ke gue. Magangnya apa, skripsinya apa, terus tiap semester gue nguji skripsi," jelas Dian.
Meski memiliki jadwal padat di industri film, ia mengaku beban kerja tersebut tetap terkendali karena proses pelaporannya dilakukan secara berkala.
"Ternyata
manageable kok, karena juga pelaporannya tuh enggak selalu kan," lanjutnya.
(est)