LANGIT7.ID-Melbourne; Carlos Alcaraz telah menjadi pemain termuda yang merampungkan "Career Grand Slam" setelah mengalahkan Novak Djokovic di final Australia Open.
Petenis Spanyol itu bangkit dari ketinggalan di set pembuka untuk menang dengan skor 2-6, 6-2, 6-3, 7-5, meraih pencapaian bersejarah itu di usia baru 22 tahun.
Gelar terbarunya ini menjadikan totalnya tujuh gelar major, menyamai rekor yang dipegang oleh John McEnroe dan Mats Wilander.
Pencapaian Alcaraz ini disaksikan langsung oleh rekan senegaranya, juara 22 Grand Slam, Rafael Nadal, yang hadir dari tribun penonton. Kehadiran Nadal ini seperti menjadi gangguan dalam pikiran Djokovic hingga namanya disebut sebut.
Dalam pidato runner-up-nya, Djokovic menyebut nama Nadal dan mengakui kehadirannya di Rod Laver Arena sebagai sesuatu yang aneh.
Petenis Serbia berusia 38 tahun itu menyatakan: “Saya harus berterima kasih kepada tim saya karena bertahan bersama saya dan memberi dukungan,” ujarnya.
“Perjalanannya tidak selalu mulus, dan memang tidak pernah mulus. Tapi kalianlah penopang dan andalan saya. Kalian telah melihat sisi terburuk dan terbaik saya dalam beberapa tahun terakhir, terutama tiga pekan terakhir ini, dan kesuksesan ini tentu juga adalah kesuksesan kalian.”
“Kemudian, saya ingin berbicara kepada sang legenda, Rafa, yang berada di tribun. Hanya beberapa kata! Jelas, rasanya sangat aneh melihatmu di sana dan tidak di sini.”
“Tapi saya hanya ingin mengatakan, suatu kehormatan bagi saya untuk berbagi lapangan denganmu. Dan ini pertama kalinya bagiku melihatmu menonton final di sini. Rasanya agak aneh, tapi terima kasih sudah hadir.”
“Terlalu banyak legenda Spanyol di sini. Rasanya malam ini seperti dua lawan satu; itu tidak adil!”
Novak Djokovic Ucapkan Selamat kepada Carlos AlcarazAlcaraz memenangkan pertandingan kedua beruntunnya melawan Djokovic, menyusul kemenangannya di semifinal AS Terbuka tahun lalu.
Usai pertandingan, legenda Serbia itu berkata: “Selamat, Carlos, untuk turnamen yang luar biasa dan beberapa pekan yang mengesankan.”
“Untuk pelatihmu, keluarga, dan timmu, apa yang telah kalian lakukan, saya rasa kata terbaik untuk menggambarkannya adalah bersejarah, legendaris.”
“Jadi selamat, dan saya doakan yang terbaik untuk sisa kariermu.”
“Kamu masih sangat muda, masih punya banyak waktu. Seperti diriku juga! Jadi saya yakin kita akan saling bertemu berkali-kali dalam 10 tahun ke depan.”
Dengan kemenangan ini, Alcaraz kini telah menyamakan rekor head-to-head mereka menjadi imbang 5-5 dari 10 pertemuan.(*/saf/yahoosports)
(lam)