LANGIT7.ID-Abu Dhabi; Kabar menggembirakan bagi pecinta tenis tanah air. Petenis kebanggaan Indonesia, Janice Tjen memulai petualangannya di Mubadala Abu Dhabi Open 2026 dengan catatan manis sekaligus melelahkan. Petenis putri Indonesia berperingkat 47 dunia itu melibas petenis Australia, Maya Joint (peringkat 29), dalam laga tiga set sengit 7-6(6), 3-6, 6-3, Senin (2/2).
Kemenangan ini tidak hanya mengantarkannya ke babak 16 besar, tetapi juga menjadi pembuktian mental setelah comeback di set penentu. "Ini pertandingan yang sangat berat. Di set ketiga, saya fokus pada eksekusi dan permainan saya sendiri. Hasilnya, saya sangat puas," ucap Janice penuh senyum usai pertandingan yang berdurasi 2 jam 15 menit itu.
Pertaruhan mental benar-benar terjadi di set pertama. Kedua petenis saling membalas tekanan hingga Janice akhirnya memenangkan tie-break tipis. Meski sempat kehilangan ritmus di set kedua, pemain kelahiran Jakarta, 23 tahun, ini menunjukkan kematangan dengan mendominasi set penentu. Empat ace yang ia lepaskan di set ketiga, termasuk yang mengunci kemenangan, menjadi penanda agresivitas yang tepat waktu.
Kemenangan ini menjadi modal berharga sebelum ia menghadapi ujian yang jauh lebih berat: melawan unggulan kelima, Liudmila Samsonova dari Rusia, di babak berikutnya. Namun, fokus Janice tak hanya pada partai tunggal.
Fokus Ganda: Persatuan SEA Melawan Juara DuniaHanya berselang sehari, Janice akan segera beralih peran dari rival menjadi mitra bagi sesama bintang Asia Tenggara, Alex Eala dari Filipina. Duet "Tim SEA" ini akan langsung dihadapkan pada pasangan kelas dunia, Leylah Fernandez (Kanada) dan Kristina Mladenovic (Prancis), di babak pertama ganda.
"Tentunya saya sangat antusias bermain bersama Alex. Dia petenis hebat dan kami punya misi yang sama: menunjukkan bahwa tenis Asia Tenggara bisa bersaing di level tertinggi," kata Janice, menyiratkan semangat kolaborasi regional yang langka.
Kemitraan ini menjadi cerita sampingan yang menarik di Abu Dhabi. Bukan hanya sekadar kerja sama, tetapi juga simbol persaingan sehat dan saling dorong antara dua petenis terbaik kawasan yang kini bersatu untuk satu tujuan. Mereka akan berusaha menerbangkan tinggi-tinggi bendera Asia Tenggara di kancah yang masih didominasi Eropa dan Amerika.
Dengan energi dari kemenangan comeback melawan Joint, Janice Tjen kini membawa dua beban harapan: melanjutkan langkah solo di tunggal dan merajut sejarah bersama Eala di sektor ganda. Abu Dhabi menyaksikan salah satu pekan terpenting dalam karier petenis Indonesia ini(*/saf/browldonline/ant)
(lam)