LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pasangan artis
Nia Ramadhani dan pengusaha
Ardi Bakrie belakangan mencuri perhatian publik. Hal itu berawal dari beredarnya rumor
perceraian Nia dan Ardi.
Seiring itu, pernyataan Nia Ramadhani tentang arti
kebahagiaan kembali disorot. Nia mengungkapkan hal tersebut di podcast
Vidi Aldiano pada 2020 lalu.
Baca juga: Dirumorkan Cerai, Unggahan Mesra Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Jadi SorotanBagi Nia Ramadhani, kebahagiaan sejati bukan sekadar statusnya sebagai istri
konglomerat Ardi Bakrie. Nia menegaskan bahwa rasa bahagia tersebut tidak datang secara instan, melainkan melalui sebuah proses.
"Uang lu segini tapi masalah lu, ya, dapat yang segini juga. Jadi bukan gue bahagia sekarang karena jadi istrinya Ardi Bakrie, karena itu artinya kan gue bahagia karena materi," kata Nia seperti dikutip Senin (27/7/2020).
Ibu tiga anak ini tidak ragu mengakui bahwa kebahagiaannya tidak bergantung pada status
pernikahannya dengan Ardi Bakrie.
Baginya, kebahagiaan sejati justru lahir dari perjalanan hidupnya dalam mempelajari arti penting
self-love atau mencintai diri sendiri.
"Jadi kalau sekarang ini gue bukan istrinya Ardie Bakrie tapi gue sudah mengalami, sudah belajar tentang
self love itu, pasti gue tetap akan bahagia," tegas Nia.
Baca juga: Sisi Lain Nia Ramadhani yang Jarang Terungkap ke PublikBanyak yang menganggap kehidupan rumah tangga Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie selalu tampak harmonis, namun Nia meluruskan bahwa kenyataannya tidaklah sesederhana itu.
Ia menekankan bahwa kebahagiaan yang mereka miliki saat ini adalah hasil dari proses panjang, bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba.
"(Kebahagian) itu bukan terjadi secara instan, karena gue sangatlah belajar tentang gitu. Jadi gue mengalami, 'ok, kayak gini benar enggak? Salah segala macam'.
"Dan untungnya, Ardi itu orang yang mau belajar," tambah artis bernama lengkap Prianti Nur Ramadhani ini.
Nia menilai kebahagiaan harus dijemput dengan usaha untuk saling memberi stimulasi positif.
Ia menyarankan pasangan untuk rajin membangun suasana romantis seperti zaman pacaran dulu supaya pernikahan nggak terasa hambar atau membosankan.
Baca juga: Profil dan Biodata Anindya Bakrie, Pengusaha Muda Muslim, Ketua Kadin yang Baru"Selalu harus menumbuhkan kayak misalkan cinta yang zaman dahulu waktu pacaran gitu lho. (Kalau tidak dilakukan, pernikahan) lu akan hambar atau flat, lama-lama 'kok gini-gini doang ya?'," pungkasnya.
(est)