Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 05 Mei 2026
home global news detail berita

Angka Pengangguran BPS Turun, Sarbumusi Soroti Lonjakan Pekerja Paruh Waktu

tim langit 7 Senin, 09 Februari 2026 - 14:04 WIB
Angka Pengangguran BPS Turun, Sarbumusi Soroti Lonjakan Pekerja Paruh Waktu
LANGIT7.ID-Jakarta; Validitas penurunan angka pengangguran yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) periode November 2025 menuai sorotan tajam. Meski data statistik memperlihatkan adanya perbaikan jumlah angkatan kerja, rincian mengenai kualitas serapan tenaga kerja tersebut dinilai masih minim dan belum sepenuhnya transparan. Publik dianggap perlu mengetahui apakah kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) benar-benar disumbang oleh sektor kerja mapan atau sekadar lonjakan pekerja paruh waktu.

Presiden Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), Irham Ali Saifuddin, menekankan bahwa tanpa pemetaan rinci mengenai sektor penyerap tenaga kerja, masyarakat berpotensi mendapatkan gambaran yang bias. Ia menggarisbawahi pentingnya data sub-sektor dan persentase peningkatannya dibuka secara gamblang oleh BPS. Irham tidak menampik bahwa rilis data ini merupakan langkah positif dalam aspek hak publik.

"Ini bagian dari keterbukaan informasi publik. Rakyat berhak mendapatkan penjelasan dari pemerintah terkait kondisi ketenagakerjaan," ujar Irham dilansir dari situs NU, Senin (9/2/2026).

Isu krusial yang diangkat adalah korelasi antara kenaikan jumlah pekerja dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda sektor padat karya seperti tekstil, garmen, sepatu, dan kulit (TGSL) dalam dua tahun terakhir. Irham menduga, fenomena ini memaksa banyak tenaga kerja beralih ke pekerjaan paruh waktu karena sulitnya mendapatkan akses ke pekerjaan formal yang layak. Lonjakan di sektor ini harus dibaca sebagai indikator ekonomi yang perlu diwaspadai, bukan sekadar prestasi angka.

"Semakin tinggi pertumbuhan sektor paruh waktu bisa mengindikasikan pekerja terpaksa mencari pekerjaan kedua untuk memenuhi kebutuhan hidup, atau tidak menemukan pekerjaan yang layak dan mapan," kata Irham.

Selain substansi data, momentum peluncuran laporan BPS ini juga dipertanyakan. Biasanya, rilis data ketenagakerjaan berbasis Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dilakukan dua kali setahun, yakni pada Februari dan Agustus. Irham menduga adanya kaitan antara peningkatan serapan tenaga kerja dengan percepatan belanja negara di kuartal akhir tahun.

"Atas dasar itu, kita juga perlu mempertanyakan apa motivasi sebenarnya pemerintah merilis data ketenagakerjaan pada November ini," tambahnya.

Berdasarkan data BPS, jumlah pengangguran pada November 2025 tercatat sebanyak 7,35 juta orang, turun sekitar 109 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Total angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang dengan 147,91 juta di antaranya berstatus bekerja. Dari total penduduk bekerja, sebanyak 100,49 juta orang merupakan pekerja penuh waktu (minimal 35 jam per minggu), sementara sisanya adalah pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam paparan datanya menjelaskan bahwa sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja. Pertumbuhan tenaga kerja tertinggi selama periode Agustus hingga November 2025 terjadi di sektor akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, serta perdagangan. BPS juga mencatat proporsi pekerja formal mengalami peningkatan menjadi 42,30 persen. Meskipun demikian, isu keberlanjutan pekerjaan di tengah lesunya industri padat karya tetap menjadi catatan penting.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 05 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)