Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 23 Mei 2026
home global news detail berita

Fadli Zon Beri Apresiasi Khusus untuk 88 Rising dan Indonesian Idol di Panggung MTN Wave

tim langit 7 Kamis, 12 Februari 2026 - 09:03 WIB
Fadli Zon Beri Apresiasi Khusus untuk 88 Rising dan Indonesian Idol di Panggung MTN Wave
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan menyelenggarakan “MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia” di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Sebuah pagelaran yang merangkum proses, capaian, dan arah ke depan pembinaan talenta seni budaya sebagai ekosistem yang terus bertumbuh, bergerak, dan beresonansi dengan zaman.

Manajemen Talenta Nasional (MTN) merupakan program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Kementerian PPN/Bappenas yang mencakup bidang Riset dan Inovasi, Olahraga, serta Seni Budaya. Khusus untuk bidang Seni Budaya, pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dalam pidatonya menegaskan bahwa pengembangan talenta seni budaya merupakan bagian strategis dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Ia menekankan bahwa MTN Seni Budaya bukan program sementara, melainkan program nasional yang keberlangsungannya dijamin oleh kebijakan negara. “Negara hadir bukan hanya merayakan talenta, tetapi untuk merawat secara berkelanjutan, lintas sektor, lintas generasi,” tegasnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, tantangan ke depan bukan lagi berbicara mengenai minimnya jumlah talenta, melainkan memperluas akses dan membangun lintasan yang adil agar setiap talenta di Nusantara memiliki kesempatan setara untuk tumbuh. Karena itu, penguatan ekosistem tidak hanya melibatkan pemerintah pusat dan komunitas, tetapi juga pemerintah daerah, industri, satuan pendidikan, sektor swasta, hingga mitra internasional untuk membangun ekosistem seni budaya yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa talenta seni budaya Indonesia tidak hanya hadir sesaat di panggung, tetapi juga bertumbuh, berdaya saing, dan berkontribusi jangka panjang bagi kebudayaan bangsa. Talenta tidak boleh berhenti hanya di panggung pertunjukan atau festival. Mereka harus memiliki jalur pembinaan, rekognisi, dan keberlanjutan karir,” tegas Menbud Fadli Zon.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon didampingi Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, menyerahkan apresiasi kepada sejumlah pihak yang setia merawat dan melahirkan talenta-talenta Indonesia hingga berkiprah di panggung internasional. Penghargaan ini diberikan kepada 88 Rising, Dangdut Academy, dan Indonesian Idol.

Pengelolaan MTN Seni Budaya yang dilakukan Kementerian Kebudayaan turut menuai apresiasi dari sejumlah pihak. Apresiasi ini disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari. Dalam sambutan dirinya mengatakan, “Bagi kami MTN Seni Budaya adalah contoh nyata bagaimana negara harus hadir, bukan hanya membangun ruang tetapi membangun ekosistem,” tuainya. Melalui pendekatan yang konkret kepada masyarakat, ia berharap pelaksanaan MTN dapat terlaksana lebih relevan sebagai modal sosial dalam pembangunan kebudayaan Indonesia.

Apresiasi serupa disampaikan Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, atas pengelolaan MTN Seni Budaya yang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan. “MTN Seni Budaya, menurut kami, adalah yang paling terbaik dan paling maju,” ujarnya. Deputi Pungkas Bahjuri Ali juga menambahkan bahwa penyelenggaraan MTN merupakan bentuk ikhtiar pemerintah dalam membentuk SDM yang berdaya saing secara sistematis dan berkelanjutan guna mewujudkan Indonesia Emas 2045

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, dalam laporannya menyampaikan perjalanan MTN Seni Budaya tahun 2025 yang bergerak secara masif. Hal ini menjadi lompatan besar dalam memperkuat ekosistem seni budaya serta melahirkan talenta-talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kementerian Kebudayaan merevitalisasi pendekatan dan skema MTN Seni Budaya pada pertengahan tahun 2025. Tidak sampai satu tahun, MTN Seni Budaya mencatat capaian yang signifikan. MTN Seni Budaya telah menjangkau 36.990 peserta yang terlibat dalam kegiatan pra-pembibitan, bekerja sama dengan 200 mitra sanggar, komunitas, festival, dan market di dalam dan luar negeri, 5.711 talenta masuk dalam trajektori MTN, 208 program terlaksana bersama mitra, 116 talenta memperoleh rekognisi internasional, serta menjangkau 19 negara dan 58 kota dan kabupaten di Indonesia.

Capaian ini kemudian dirangkum dan dipresentasikan melalui MTN Wave, yang dikemas sebagai pertunjukan seni modern dan relevan, menampilkan talenta unggul dari lima bidang seni budaya: seni rupa, seni pertunjukan, musik, film, dan sastra. Dirancang oleh Direktur Kreatif Rangga Djoened, kelima bidang tersebut direpresentasikan sebagai gelombang yang bergerak bersama, memperlihatkan keterhubungan, dan pertumbuhan talenta seni budaya Indonesia.

Selain menghadirkan pertunjukan utama bertajuk “Resonansa: Dari Titik Kecil Menjadi Gelombang Peradaban”, MTN Wave turut menampilkan instalasi karya Sigit D. Pratama serta rangkaian karya lintas disiplin. Pertunjukan dipandu oleh Lukman Sardi sebagai narator yang merajut narasi tentang perjalanan talenta seni budaya Indonesia.

Turut hadir dalam kesempatan ini Ibu Katharine Grace Fadli Zon serta jajaran Kementerian Kebudayaan, yakni: Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A Putri Woelan Sari Dewi; serta jajaran pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Kebudayaan.

Hadir pula sejumlah perwakilan Kementerian/Lembaga, di antaranya Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto; Wakil Menteri Dalam Negeri, Ahmad Wiyagus; perwakilan pimpinan dari 17 K/L yang tergabung dalam gugus kerja MTN; perwakilan diplomatik negara sahabat; serta sejumlah seniman, budayawan, hingga pemengaruh kenamaan tanah air.

Kementerian Kebudayaan melalui MTN Seni Budaya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjalanan talenta seni budaya Indonesia. Melalui MTN Seni Budaya, seni dan budaya diposisikan bukan hanya sebagai ekspresi, tetapi sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 yang selaras dengan arah kebijakan nasional dalam asta cita keempat, pengembangan sumber daya manusia, dan asta cita ke delapan, seni dan budaya sebagai fondasi harmoni, toleransi, dan keberagaman.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 23 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)