LANGIT7.ID - , Jakarta - Pengusaha wanita Fatimah Az-Zahra belum lama ini melaunching single religi berjudul "I'am Here Now" pada. Diproduseri Bebi Romeo, lirik lagu ini bercerita tentang motivasi agar tidak mudah menyerah untuk terus mengejar mimpi dalam hidup.
Bebi mengaku duet tersebut terjadi tanpa sengaja. Awalnya Fatimah atau yang akrab dipanggil Ummi ini memiliki urusan pekerjaan dengan Meisya Siregar.
"Awalnya ada pekerjaan istriku sama Ummi, terus para suami ngobrol dengan para suami. Saya ngobrol sama Pak Suresh, saya panggilnya Ayah. Ternyata ayah ini hobi musik juga." cerita Bebi saat wawancara dengan Langit7 pada (7/10/2021).
Suatu hari setelah pertemuan yang kesekian kalinya, Ummi dan suaminya, Kahfi Suresh menyodorkan sebuah lagu yang dibuat oleh Ummi sendiri.
"Saya coba dengerin, lagunya enak, liriknya juga dalem, tentang motivasi dalam kehidupan," ujar Bebi.
Baca juga : Bebi Romeo : Saya Ini Sedang Menyempurnakan AgamaSetelah pertemuan itu, Bebi pun akhirnya menawarkan diri menjadi produser dalam lagu tersebut sekaligus menjadi teman duet Fatimah Az-Zahra.
"Saya yang menawarkan, Ayah sini saya yang jadi produser musiknya, akhirnya sepakat bikin project dan sepakat untuk berduet." jelas Bebi mengenai keterlibatannya di single ini.
Pesan yang positif dalam lagu ini, senada dengan lirik yang ada pada lagu, Ya Allah ciptaan Bebi. Lagu religi ini kemudian dinyanyikan oleh putri sulungnya, Syabila Mu Saqeena.
Makna yang terkandung dalam lirik ini mengingatkan kita sebagai manusia untuk selalu ingat Allah. Sebagaimana Allah selalu menyayangi hamba-Nya, kapan dan dimanapun.
Bebi beralasan lagu tersebut dinyanyikan oleh anaknya agar lebih terasa kepolosannya.
"Lagunya saya bikin nggak terlalu berat, biar pesannya sampai. Yaitu untuk menanamkan kepada kita sebuah filosofi bagaimana Allah selalu menyayangi kita dalam apapun dan bagaimanapun kondisi kita." jelasnya lagi.
Baca juga : Asyik dan Stylish, Gaya Selebritas Berhijab Saat GowesMelalui lagi ini Bebi juga ingin mengingatkan bahwa mengingat Allah jangan hanya ketika ada maunya saja.
"Kalau bahasa jawanya 'eling', sering manusia itu pas dikasih ujian baru ingat Allah, tapi kalau dikasih nikmat yang enak, 'ora eling'." tegasnya.
(est)