LANGIT7.ID - , Jakarta - Siapa yang tak kenal dengan Bebi Romeo, pencipta lagu handal yang selalu sukses melejitkan single-single hits. Sebut saja seperti Bunga Terakhir, Kenanglah, Sadis (Afghan), Mencintaimu (Krisdayanti), Aku Cinta Kau dan Dia (Ahmad Dhani), Andai Aku Bisa (Chrisye), dan masih banyak lagi.
Namanya sudah tak asing lagi jagat hiburan, khususnya dunia musik. Bukan hanya sebagai pencipta lagu dan produser saja, Bebi pun kerap diminta menjadi juri di ajang pencarian bakat.
Belakangan lewat media sosialnya, Bebi terlihat lebih religius. Bahkan, beberapa unggahannya memperlihatkan dirinya tengah mendalami agama Islam. Ditambah, munculnya lagu ciptaannya dalam bentuk single Ya Allah yang dinyanyikan anaknya, Lyrics Syabila Mu Saqeena.
Banyak orang beranggapan Bebi belajar Islam karena dirinya seorang mualaf. Padahal, hal tersebut tidak benar. Dalam wawancara eksklusif dengan Langit7 pada (7/8/2021), pria kelahiran 6 September 1974 ini mengaku terlahir sebagai seorang muslim dan sudah belajar Islam dari kecil.
Baca juga : Penelitian: Baca Alquran Mampu Tenangkan Jiwa"Saya ini sudah belajar Islam sejak kecil dari ayah. Ditambah ayah saya juga memiliki yayasan anak yatim, saya banyak belajar dari situ." jelas ayah dari tiga anak ini.
Pemberitaan dirinya mengenai soal belajar mengaji Al-Quran memang benar adanya. Karena dari remaja, artis yang bernama lengkap Virdy Megananda ini mempelajari Alquran melalui artinya dari tiap ayat-ayatnya.
"Dari remaja saya sudah mempelajari Alquran, yang saya pelajari maknanya, bahasa latinnya. Bukan bahasa arabnya."
Bebi mengaku tertarik mempelajari Alquran karena dekat dan bersinggungan dengan banyak ilmu pengetahuan.
"Dari dulu saya tertarik arti (surat) dalam Alquran. Banyak yang relevan mulai dari ilmu astronomi, geologi, sains, dan kedokteran. Dari dulu saya sudah belajar itu," imbuh suami dari artis Meisya Siregar ini.
Karena itu, Bebi menyayangkan anggapan banyak orang yang menyangka dirinya seorang mualaf dan baru belajar Alquran belakangan ini. Bebi mengaku, proses belajar membaca Alquran ini adalah jalan untuk menyempurnakan agamanya.
"Belajar maknanya (Al-Quran) sudah jauh, syariat Islam sudah paham. Bukan karena kemarin baru belajar ngaji, baru mendalami Islam, ini perlu diluruskan." ujar pelantun lagu Bunga Terakhir ini.
"Justru saya ini sedang menyempurnakan agama." Imbuhnya.
Bebi bercerita bahwa selama ini untuk bacaan-bacaan dalam sholat, Ia lebih banyak menghafal, karena anugerah yang dimiliki salah satunya adalah mudah menghafal.
"Saya tuh gampang banget menghafal, jadi selama ini bacaan Al-Quran saya ya hafalan," tambah Bebi.
Selain masalah mengaji, Bebi ternyata punya konsep pembelajaran unik dalam menanamkan akidah kepada anak-anaknya.
Dirinya lebih suka mengajarkan kepada anak-anak terkait filosofinya bukan untuk sekedar menakuti, tapi untuk memberikan pemahaman dengan pandangan yang lain.
"Saya nggak mau anak saya cuma mengerti ini wajib dan ini haram. Makanya sering saya jelaskan misal puasa Ramadhan, bukan cuma sekedar hukumnya yang wajib, tapi saya jelaskan juga manfaatnya dari segi kesehatan." terang mantan vokalis band Bima ini.
Pernah suatu ketika saat anak-anaknya diajak menonton film kisah nabi, salah satu anaknya ada yang bertanya kritis kenapa Nabi Muhammad SAW mukanya hanya bentuk cahaya saja.
"Saya nggak mau jawab sekedar kalau menggambar wajah nabi Muhammad itu dosa. Tapi yang saya jelaskan nabi tidak mau dikenali wajahnya, saking indahnya dan punya kelebihan takutnya jadi syirik. Sedangkan tujuan nabi adalah agar manusia menyembah Allah SWT." Jelas Bebi
"Jadi bayangan tentang nabi sebagai kekasih dan panutan boleh-boleh saja seindah kita bayangkan," tambahnya.
Baca juga : Potret Mualaf di Pelosok Kalimantan, dari Tak Punya Alquran hingga Pakaian Ibadah (1)Selain itu untuk menanamkan akidah dan moral, ternyata Bebi juga sering menyempatkan waktu untuk berbagi kisah dengan anak-anak. Kisah tentang para nabi, sahabat atau kisah lainnya yang ada di dalam Al-Quran maupun hadis.
"Paling sering pas bulan Ramadhan, itu saya selalu luangkan waktu untuk dongengin anak-anak, ceritanya saya modif agar menarik tapi tidak menghilangkan substansinya," ujar Bebi.
Contohnya Bebi bercerita tentang sosok Uwais Al-Qarni. Dalam menceritakan sosoknya, Bebi berikan pertanyaan terlebih dahulu kepada anak-anak.
"Siapa yang sangat dicintai Allah SWT dan paling terkenal di langit?" tanya Bebi kepada anak-anak.
Anak-anak pun menjawab nama-nama para nabi. Namun semua jawaban disalahkan oleh Bebi.
"Salah semua jawabannya. Tahu nggak kalian, orang itu ternyata hanya orang biasa, tidak populer, bukan orang kaya. Tapi orang itu begitu luar biasa karena menyayangi ibunya." cerita Bebi.
Setelah selesai bercerita, anak-anak pun langsung menghampiri ibunya, Meisya Siregar, dan langsung memeluknya.
"Anak-anak langsung lari ke ibunya peluk ibunya sambil bilang aku sayang Mama," kenang Bebi serunya bercerita dengan anak-anak.
Bebi mengakui, anak-anaknya ketagihan momen dimana dirinya berkisah. Ini dikarenakan kemampuan Bebi membuat cerita jadi menarik, ditambah intonasi dan mimik wajah yang mendukung. Dari hal-hal sederhana seperti inilah, Bebi Romeo memberi ajaran akidah pada ketiga buah hatinya.
(est)