LANGIT7.ID - Pernah dengar efek Mozart? Efek Mozart awalnya bermula dari buku yang berjudul The Mozart Effect karya John Campbell. Menurutnya, efek dari musik klasik seperti Mozart ternyata memberi ketenangan bagi anak-anak yang menderita kelainan tertentu, seperti hiperaktif: meningkatkan kinerja otak kiri dan kanan, dan meningkatkan IQ hingga sembilan poin. Keren? Menurut saya tidak.
Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan dalam konferensi kedokteran Islam Amerika Utara pada 1984, ditemukan fakta bahwa membaca Alquran dapat mendatangkan ketenangan jiwa hingga 97%.
Penelitian yang dilakukan itu tidak serampangan. Penelitian tersebut menggunakan peralatan canggih. Ternyata, respon emosi dari yang mendengarkan bacaan Alquran semakin membaik, dari mulai depresi, sedih, kemudian berubah menjadi tenang.
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Arab-Latin: Huwallażī anzalas-sakīnata fī qulụbil-mu`minīna liyazdādū īmānam ma'a īmānihim, wa lillāhi junụdus-samāwāti wal-arḍ, wa kānallāhu 'alīman ḥakīmā.Arti: Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Fath [48]: 4).Dr. Nurhayati dari Malaysia tahun 1997 melakukan penelitian terhadap bayi yang berusia 48 jam. Bayi tersebut diperdengarkan ayat-ayat Alquran. Ternyata, mereka memberi respon tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Bahkan, pertumbuhan janin dalam rahim pun dapat berlangsung secara optimal jika diperdengarkan bacaan Alquran.
Penelitian lain di Mesir menyatakan bahwa orang-orang yang membaca Alquran ternyata potensi otaknya meningkat drastis akibat dilepaskannya hormon bahagia yang kita kenal dengan endorfin atau endogenous morphin.
Ternyata, membaca Alquran dengan tartil memberi pengaruh kepada organ tubuh manusia. Vibrasi yang kita dapatkan melalui bacaan tajwid juga ternyata memberikan efek yang luar biasa pada organ: organ, seperti paru-paru, otak, dan jantung.
Baca juga:
Meneladani Pendidikan Ahlak Luqman agar Anak Jauh dari SombongDr. Al-Qadhi, seorang ilmuwan di Florida, Amerika Serikat, melakukan penelitian yang hasilnya mencengangkan. Dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa ternyata Alqur'an memberi efek perubahan fisiologis yang sangat jelas ketika diperdengarkan kepada muslim.
Dengan demikian, jelas bahwa Alquran merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Rasulullah 4aw yang kekal hingga akhir zaman karena Allah Swt sendiri yang menjaganya.
Dalam penelitian yang lain yang dilakukan seorang ahli di Boston, Muhammad Salim, terlihat respon yang lebih baik pada seseorang yang mendengarkan bacaan Alquran dengan tartil, dibandingkan bacaan Arab yang bukan Alquran.
Bagaimana dengan menghafalkan Alquran? Efeknya sangat dahsyat. Saya pernah mendapat kabar dari marbot masjid dekat rumah bahwa saat sebuah keluarga membongkar kuburan seorang hafizhah Alquran yang wafat beberapa tahun silam, ternyata kain kafannya masih utuh. Wajahnya pun masih utuh.
Baca juga:
Pesantren Nur Inka Nusantara Madani dan Komunitas Virtual Generasi BaruTidak tampak tandatanda kehancuran dari jasad tersebut, Allah Swt memberinya kemuliaan di dunia dan di akhirat. Para penghafal Alquran sangatlah mulia di sisi Allah Swt.
Jadi, bacalah Al Our'an, pelajarilah Alquran, jangan biarkan sehari pun dalam kehidupan kita dilalui tanpa membaca Alquran. Jadikan membaca Alquran sebagai kewajiban. Jadikan Alquran bacaan yang pertama kita baca sebelum bacaan lain.
Saat terbaik membaca Alquran adalah tengah malam. Saat itu, hati kita sedang tenang, damai, dan bersesuaian dengan irama.
Sumber: Buku 'Jurus Sehat Ala Rasulullah' karya dr. Zaidul Akbar.
(sof)