LANGIT7.ID-Meksiko; Meski petenis legend asal Serbia, Novak Djokovic masih terlihat gagah perkasa, namun dilihat dari usianya yang sudah 38 tahun, bisa dikatagorikan sudah tidak muda sehingga ada kemungkinan masa keemasan peraih 24 grand slam ini akan segera berakhir. Tapi tidak perlu khawatir dengan usia Djokovic. Geberasi penerus Djokovic asal negaranya sudah muncul. Bakal pewaris "tahta" Djokovic dari Serbia ini adalah Miomir Kecmanovic.
Kecnanovic sudah membuktikan kemampuannya dengan meraih kemenangan pertamanya atas pemain Top 5 di kariernya, Rabu (WIB), saat ia mengalahkan petenis peringkat 4 dunia asal Jerman, Alexander Zverev, dengan skor 6-3, 6-7(3), 7-6(4) di turnamen Abierto Mexicano Telcel presentado por HSBC.
Petenis berusia 26 tahun itu memasuki pertandingan dengan catatan 0-11 melawan pemain Top 5 dalam PIF ATP Rankings. Namun, ia mampu menampilkan permainan terbaiknya saat berhadapan dengan juara 2021 tersebut untuk melaju ke babak perempat final.
"Rasanya luar biasa, terlebih karena beberapa tahun terakhir cukup berat bagi saya," ujar Kecmanovic, yang saat ini menempati peringkat 84 dunia. "Saya senang akhirnya ada beberapa hal yang berjalan sesuai keinginan saya."
![Penerus Djokovic, Kecmanovic Tumbangkan Zverev di Acapulco Open]()
Kecmanovic tampil percaya diri dengan pukulan backhand-nya dan memanfaatkan posisi pengembalian bola Zverev yang terlalu dalam. Ia mampu membuka lapangan dan bertahan dengan baik menghadapi pukulan dua tangan backhand andalan petenis Jerman tersebut yang biasanya sangat reliabel. Zverev melakukan 17 kesalahan sendiri (unforced error) dari pukulan backhand, sementara Kecmanovic hanya enam kali.
"Sepertinya saya bermain lebih agresif di saat-saat penting. Saya juga melakukan servis yang jauh lebih baik dari biasanya, jadi saya senang semuanya berjalan lancar hari ini," kata Kecmanovic. "Jelas dia adalah unggulan utama, jadi saya tidak merasakan tekanan sama sekali. Tapi Anda tetap harus bermain baik di saat-saat krusial dan menuntaskan pertandingan. Syukurlah semuanya berpihak kepada saya."
Petenis Serbia ini memperbaiki rekor pertemuannya (Lexus ATP Head2Head) dengan pemegang 24 gelar tur itu menjadi 2-2. Setelah melaju ke delapan besar turnamen ATP 500 keras ini, Kecmanovic akan berhadapan dengan petenis kidal asal Prancis, Terence Atmane, untuk pertama kalinya. Atmane sebelumnya mengalahkan petenis wild card Rafael Jodar dengan skor 6-2, 4-6, 6-1.
Unggulan kedelapan asal Amerika Serikat, Frances Tiafoe, juga tampil dalam laga dramatis. Ia menyelamatkan dua match point untuk mengalahkan rekan senegaranya, Aleksandar Kovacevic, dalam pertandingan larut malam yang menegangkan di Acapulco. Tiafoe sempat tertinggal 4/6 di tie-break set penentu, tetapi menunjukkan kegigihan luar biasa untuk menang 6-4, 3-6, 7-6(7) dan melaju ke perempat final. Selanjutnya Tiafoe akan bertemu Mattia Bellucci, yang mengejutkan unggulan keempat Alejandro Davidovich Fokina dengan skor 6-3, 6-3.
Di pertandingan lain, unggulan kelima asal Italia, Flavio Cobolli, menyingkirkan Dalibor Svrcina 6-4, 6-4. Menurut Infosys ATP Stats, Cobolli memenangkan 86 persen poin dari servis pertamanya (37/43) dan menyelamatkan keenam break point yang dihadapinya. Di babak berikutnya, Cobolli akan bertemu petenis China Wu Yibing, yang menaklukkan petenis Jepang Sho Shimabukuro 6-3, 7-6(4).
Petenis Amerika Brandon Nakashima juga melaju usai mengalahkan rekan senegaranya Patrick Kypson 6-4, 6-4. Ini merupakan kemenangan ke-100 Nakashima di level tur pada permukaan keras. Kypson sendiri sebelumnya membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan kedua Alex de Minaur melalui tie-break set penentu di babak sebelumnya.
Nakashima akan berhadapan dengan unggulan keenam asal Monako, Valentin Vacherot, di perempat final. Vacherot melaju setelah mengalahkan Gael Monfils 6-3, 6-3. Monfils, yang sedang menjalani musim terakhirnya di ATP Tour, meraih kemenangan pertamanya di tahun 2026 setelah mengalahkan Damir Dzumhur di babak pertama Acapulco.(*/saf/atptour)
(lam)