LANGIT7.ID-Jakarta; Rencana peluncuran mobil listrik terbaru Honda di pasar otomotif nasional semakin terungkap melalui data administrasi resmi. Dua model yang diduga kuat sebagai Honda Super One dan Honda Zero Alpha telah terdaftar dalam database Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) pada situs Badan Pendapatan Daerah (BPD) DKI Jakarta.
Berdasarkan informasi tersebut, Honda Super One dengan kode JG6A EV ZZE memiliki nilai dasar sebesar Rp257 juta. Sementara itu, untuk model SUV medium yang diyakini sebagai Honda Zero Alpha, terdaftar kode R18 LX EV ZZE dengan angka NJKB senilai Rp782 juta. Perlu dipahami bahwa nominal yang tercantum tersebut belum mencakup margin dealer serta instrumen pajak seperti PPN dan BBN-KB.
Langkah administratif ini menjadi tindak lanjut setelah Honda Super One Prototype sebelumnya diperkenalkan di ajang GIIAS 2025 dan Japan Mobility Show (JMS) pada November 2025 sebagai bagian dari studi pasar PT Honda Prospect Motor (HPM). Pihak Honda Jepang melalui Hidetomo Horita selaku Large Project Leader Honda Super One Prototype, sebelumnya telah memberikan proyeksi terkait lini masa pemasaran kendaraan ini.
"Kami memiliki rencana meluncurkannya pada 2026 dimulai secara global dimulai dari Jepang, kemudian Asia Tenggara, UK (United Kingdom, dan Indonesia termasuk," kata Hidetomo Horita.
Menanggapi beredarnya data NJKB tersebut, Yusak Billy selaku Sales & Marketing & Aftersales Director PT HPM memberikan klarifikasi bahwa pendaftaran kode kendaraan merupakan bagian dari prosedur operasional perusahaan. Meski menunjukkan rencana yang nyata, ia menegaskan hal itu bukan merupakan pengumuman resmi terkait jadwal produksi atau peluncuran.
"Munculnya NJKB itu memang bagian dari proses administratif yang menunjukkan rencana konkret untuk sebuah model. Meskipun begitu, pendaftaran NJKB belum bisa dikaitkan dengan konfirmasi produksi ataupun waktu peluncuran," kata Billy dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/3/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa angka yang tertera di situs pemerintah tersebut tidak merepresentasikan harga jual on the road kepada konsumen. Honda menyatakan akan mempertimbangkan berbagai aspek strategis sebelum menetapkan harga akhir di pasar.
"Jika model ini diluncurkan kami tentu akan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan untuk mengumumkan harga di waktu yang tepat. Setiap produk yang kami siapkan pasti punya peran strategis bukan semata volume, tapi bagaimana produk tersebut bisa menjawab kebutuhan konsumen dan memperkuat posisi Honda secara keseluruhan," bebernya.
Kehadiran model-model listrik ini merupakan bagian dari misi besar Honda global untuk mencapai target netralitas karbon pada tahun 2050. Secara teknis, kendaraan ini dirancang untuk tetap memberikan karakteristik berkendara yang menyenangkan bagi penggunanya. Beberapa fitur unggulan yang akan disematkan antara lain Boost Mode untuk peningkatan tenaga instan, serta Active Sound Control dan Multi-Gear Shift yang dibuat untuk menghadirkan sensasi berkendara mirip mobil konvensional.
