LANGIT7.ID-, Jakarta - - Grup qasidah legendaris
Nasida Ria sudah melantunkan sebuah peringatan tentang bahaya Bom Nuklir. Seiring eskalasi di
Timur Tengah, lagu "Bom Nuklir" kini kembali
viral di berbagai platform digital.
Lagu dari Nasida Ria itu seolah menjadi pengingat di tengah konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang makin memanas dalam beberapa hari terakhir.
Lirik lagu "Bom Nuklir" menggambarkan dengan gamblang kengerian pasca-ledakan nuklir.
Baca juga: Nasida Ria, Grup Kasidah Asal Semarang yang Bikin Warga Jerman Bergoyang"
Hawa panas menyelimuti bumi, membakar semua yang di bumi... Orang yang selamat matanya buta, sekujur badan tumbuh tumor ganas".
Bila dulu lagu tersebut dianggap sebagai "
syiar lewat nada", kini terasa seperti analisis
geopolitik yang sangat relevan.
Setelah serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel dan AS ke fasilitas strategis di
Teheran dan
Isfahan pada akhir Februari 2026, dunia kini menahan napas.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan belum ada bukti kebocoran radioaktif besar, ancaman eskalasi menuju perang terbuka yang melibatkan senjata pemusnah massal seolah makin nyata.
Salah satu bait paling keras dalam lagu Nasida Ria berbunyi,
"Wahai pencipta bom nuklir terlaknat, mengapa kau undang hari kiamat?".Baca juga: Video Klip Bom Nuklir Nasida Ria 'Ber-Subtitle' Bahasa Rusia, Pesan Damai untuk Putin?Lirik ini seolah ditujukan langsung kepada para pemimpin dunia yang kini tengah beradu kekuatan militer.
Berdasarkan data terbaru, ketegangan ini dipicu oleh klaim "tindakan pencegahan" untuk menghentikan program nuklir Iran, yang dibalas dengan hujan rudal ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Lewat lagunya, Nasida Ria tidak hanya memberikan peringatan tetapi juga menawarkan solusi.
"Ciptakan saja obat yang berguna, libatkan dagang hasil pertanian, agar tak ada wabah kelaparan".
Kembalinya popularitas lagu "Bom Nuklir" menunjukkan bahwa masyarakat merindukan suara-suara perdamaian di tengah kebisingan genderang perang.
Nasida Ria, lewat kesederhanaan musik qasidah, telah melampaui zamannya dalam memotret sisi gelap ambisi manusia.
Kini, seiring sirene peringatan meraung di Tel Aviv maupun Teheran, lirik Nasida Ria kembali terngiang sebagai pengingat bahwa dalam perang nuklir, tidak ada pemenang.
Hanya ada kepunahan flora, fauna, dan bangunan dari perang, persis seperti yang dilantunkan ibu-ibu dari Semarang itu.
Baca juga: Berapa Besar Biaya Perang Iran Bagi AS? Mengapa Amerika BernafsuBerikut lirik lagu "Bom Nuklir" milik Nasida Ria yang kembali viral:
Bila bom nuklir di ledakanAkan musnah kehidupan di bumiBila bom nuklir di ledakanAkan musnah kehidupan di bumiHawa panas menyelimuti bumiMembakar semua yang di bumiHawa panas menyelimuti bumiMembakar semua yang di bumiLangit gelap tertutup asap hitamMendadak udara dingin membekuSungguh ngeri akibat bom nuklirHoBila bom nuklir di ledakanAkan musnah kehidupan di bumiBila bom nuklir di ledakanAkan musnah kehidupan di bumiHawa panas menyelimuti bumiMembakar semua yang di bumiHawa panas menyelimuti bumiMembakar semua yang di bumiLangit gelap tertutup asap hitamMendadak udara dingin membekuSungguh ngeri akibat bom nuklirHoFlora fauna manusia dan bangunanSemua hangus kemudian membekuFlora fauna manusia dan bangunanSemua hangus kemudian membekuOrang yang selamat matanya butaSekujur badan tumbuh tumor ganasLebih sakit daripada yang matiHoBila bom nuklir di ledakanAkan musnah kehidupan di bumiBila bom nuklir di ledakanAkan musnah kehidupan di bumiFlora fauna manusia dan bangunanSemua hangus kemudian membekuFlora fauna manusia dan bangunanSemua hangus kemudian membekuOrang yang selamat matanya butaSekujur badan tumbuh tumor ganasLebih sakit daripada yang matiHoWahai pencipta bom nuklir terlaknatMengapa kau undang hari kiamatCiptakan saja obat yang bergunaLibatkan dagang hasil pertanianAgar tak ada wabah kelaparanDemi kesejahtraan manusiaHentikan saja produksi bom nuklirHoBila bom nuklir di ledakanAkan musnah kehidupan di bumiBila bom nuklir di ledakanAkan musnah kehidupan di bumiWahai pencipta bom nuklir terlaknatMengapa kau undang hari kiamatCiptakan saja obat yang bergunaLibatkan hasil dagang pertanianAgar tak ada wabah kelaparanDemi kesejahteraan manusiaHentikan saja produksi bom nuklir(est)