LANGIT7.ID, Jakarta - Video klip lagu 'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' dari grup qasidah Nasida Ria kini tersedia dalam
subtitle berbahasa Rusia.
Subtitle bahasa Rusia itu muncul setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina.
Beberapa pengguna media sosial yang mengunggah video tersebut berharap pemimpin-pemimpin negara yang tengah konflik mendengarkan lagu tersebut. Bahkan, ada yang mengusulkan agar video itu diterjemahkan pula ke bahasa resmi PBB yakni bahasa Inggris, Perancis, Arab, China, Rusia, dan Spanyol.
"Nasida Ria membawa pesan damai dari Indonesia. Sekarang ada
subtitle Bahasa Rusianya agar Putin bisa menjawab pertanyaan penting dari mereka ini," kata akun
Twitter @adriansyahyasin, Kamis (3/3/2022).
Baca juga: RMI PBNU Luncurkan Gerakan Pesantren Asuh, Bantu Santri Yatim Akibat Covid-19"Bom Nuklir" dan "Perdamaian" itu merupakan salah satu lagu-lagu Nasida Ria yang penuh pesan moral. Lirik lagu itu cenderung lugas dan puitis. Namun, itu yang membuat grup qasidah yang telah berusia 4 dekade itu digemari masyarakat luas.
Qasidah kental dengan Islam. Qasidah merupakan kesenian yang berlatar belakang kebudayaan Timur Tengah. Para penyanyi tak hanya menyajikan keindahan vokal saja, tapi juga misi dakwah Islam.
Nasida Ria merupa grup qasidah yang didirikan 1975 oleh HM Zain, seorang pemuka agama Islam di Semarang. Ia menjadikan musik salah satu wadah untuk berdakwah. Nama tersebut dipilih dengan harapan grup qasidah itu bisa berdakwah dengan penuh kegembiraan. Nasida berarti nyanyian. Ria bisa diartikan kegembiraan.
Saat ini, Nasida Ria dipimpin Choliq Zain, salah satu putera HM Zain. Personilnya kini terdiri dari 11 perempuan, yakni Rien Djamain (bass gitar), Afuwah (kendang), Nadhiro (biola), Nurhayati (biola), Sofiatun (keyboard), Hamidah (serling), Nurjanah (gitar), Uswatun Hasanah (gitar), Titik Mukaromah (gitar), Siti Romnah (piano), dan Thowiyah (kendang).
Baca juga: Perkembangan Pendidikan Islam di RusiaPara personil ini datang dari tiga generasi berbeda. Semua menguasai setidaknya tiga alat musik dan vokal. Itu yang menyebabkan mereka kerap saling berganti posisi.
Kesuksesan Nasida Ria bertahan hingga saat ini tak lepas dari peran KH Ahmad Buchori Masruri, Kiai asal Purwodadi, Jawa Tengah. Ia membantu menerjemahkan lagu dan syair berbahasa Arab untuk dinyanyikan oleh grup qasidah.
Dia juga menulis sejumlah lagu untuk Nasida Ria menggunakan nama samaran Abu Ali Haidar, termasuk 'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian'.
(jqf)