Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Perkembangan Pendidikan Islam di Rusia

Muhajirin Jum'at, 04 Maret 2022 - 18:00 WIB
Perkembangan Pendidikan Islam di Rusia
Foto: istimewa
LANGIT7.ID, Jakarta - Setelah Uni Soviet runtuh, agama dan pendidikan Islam berkembang pesat, terutama di daerah Kaukasus Utara. Di Dagestan misalnya, antara 1987 dan 1996, banyak banyak lembaga pendidikan Islam berdiri. Ada 670 maktab, 25 madrasah, dan 13 universitas Islam yang memiliki puluhan cabang regional.

Sebenarnya, sistem pendidikan Islam di Kaukasus Utara mulai terbentuk saat Islam masuk ke wilayah tersebut. Pendidikan itu terdiri dari maktab (sekolah dasar Islam) dan madrasah (sekolah menengah).

Lembaga pendidikan itu sangat efektif dan memberikan dampak positif bagi pendidikan warga setempat. Lembaga pendidikan Islam sangat bergengsi dan sangat diminati. Para pendidik tidak hanya mengajari siswa, tapi turut mendidik mereka untuk menyebarkan ilmu pengetahuan ke daerah-daerah sekitar.

Hal yang menarik adalah lembaga-lembaga itu berdiri secara independen. Lembaga itu bisa bertahan melalui sedekah para orang tua siswa, zakat, hingga wakaf. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga Islam diakui pemerintah kekaisaran.

Baca juga: Muhammadiyah Sebut Perang Rusia-Ukraina Bukan Masalah Agama

Sejak paruh kedua abad ke-19 hingga 1917, terjadi peningkatan pesat jumlah masjid, madrasah, maktab di wilayah-wilayah berbahasa Turki, termasuk Volga Tengah dan Bawah, Siberia Barat, dan Ural Selatan.

Pendidikan Islam di Volga Tengah di Rusia Tsar berkontribusi pada Islamisasi orang-orang Turki di wilayah tersebut. Lembaga itu juga meletakkan dasar bagi perkembangan Islam modernis di Rusia.

Ideologi jadidisme (modernisme Islam) menyebar pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20. Upaya-upaya dilakukan untuk memperkenalkan metode pengajaran baru, termasuk memperluas kurikulum ke ilmu-ilmu um termasuk bahasa Rusia.

Mengutip laman riddle, jadidisme bertujuan mempersiapkan intelektual muslim untuk mengatasi masalah politik dan ideologis yang dihadapi muslim Rusia. Pada awal abad ke-20, sistem pendidikan Islam memiliki dua komponen.

Pertama, komponen tradisional. Ini lebih mirip pesantren-pesantren tradisional di Indonesia, yang bertujuan menjaga akidah umat Islam. Pendidikan Islam ini hanya berfokus pada umat Islam saja.

Kedua, komponen tajdid. Kurikulum diperluas, tidak hanya mengajarkan masalah akidah atau ajaran inti Islam lainnya. Sehingga, intelektual muslim dari lembaga ini diberi kesempatan untuk lebih mudah berintegrasi ke dalam berbagai lingkungan masyarakat Rusia.

Baca juga: Al-Azhar Mesir Serukan Dialog, Selesaikan Konflik Rusia-Ukraina

Meski ide-ide Islam modern tidak tersebar luas, namun intelektual muslim yang berasal dari lembaga pendidikan Islam tradisional tidak mempersalahkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ilmu umum. Pelajaran umum banyak diajarkan di madrasah-madrasah.

Namun, pada awal abad ke-20, tidak ada sistem pendidikan Islam yang kohesif yang terbentuk di Rusia. Bahkan, apa yang telah dibentuk di Rusia pra-revolusi sebenarnya dihancurkan di bawah kekuasaan Soviet, sehingga dapat dikatakan bahwa sistem pendidikan Islam telah dalam proses pelembagaan sejak runtuhnya Uni Soviet hingga saat ini.

Islam tersingkir dari kehidupan masyarakat dan budaya di Rusia. Efek utama dari proses ini adalah pada pendidikan menengah dan tinggi Islam, sementara pendidikan dasar sebagian besar dipertahankan tetapi menjadi lebih pribadi, berbasis rumah dan rahasia.

Re-Islamisasi pasca-Soviet di Kaukasus Utara sebagian besar merupakan respons terhadap penindasan identitas agama oleh otoritas Soviet. Secara keseluruhan, dapat dikatakan, periode pasca-Soviet adalah masa antusiasme dan pergolakan agama: setelah beberapa dekade menyatakan ateisme, agama mulai memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat lagi.

Baca juga: Kubah Biru: Simbol Penghormatan Uni Soviet Pada Emirat Bukhara

Akibatnya, berbagai lembaga pendidikan Islam mulai bermunculan. Kemunculannya kembali terjadi pada akhir 1980-an. Lembaga-lembaga pendidikan Islam pada periode ini lebih banyak didanai lembaga amal muslim dar luar negeri.

Sistem pendidikan Islam setelah runtuhnya Uni Soviet secara umum mulai pulih, tetapi sebenarnya mereproduksi karakteristik komponen tradisional awal abad ke-20. Penindasan otoritas Soviet terhadap religiusitas dan pendidikan Islam menyebabkan pelajaran agama di perguruan tinggi setara dengan sekolah menengah atau bahkan sekolah dasar.

Salah satu tren utama di kalangan pemuda muslim di tahun 1990-an adalah mencari pendidikan Islam yang lebih tinggi di luar negeri. Ketidakmampuan untuk memperoleh pendidikan Islam yang berkualitas di dalam negeri mendorong banyak anak muda untuk belajar ke luar negeri, yang mengakibatkan asimilasi ide dan tradisi yang bukan ciri khas umat Islam di Rusia.

Menurut beberapa perkiraan, pada 1990-an, sekitar 3.000 penduduk asli Kaukasus Utara belajar ke luar negeri. Namun, banyak dari mereka ditahan di Rusia selama operasi anti-teroris.

Pada 1990-an pertumbuhan lembaga pendidikan Islam terhenti, termasuk kaderisasi guru dan kurikulum yang berkualitas. Pada 2010, untuk memfasilitasi konsolidasi pendidikan Islam, Dewan Mufti Rusia membentuk Council for Islamic Education (CIE), yang awalnya mewakili lebih dari dua puluh lembaga pendidikan yang dijalankan oleh berbagai administrasi Islam dan organisasi Muslim. Selanjutnya, daftar lembaga pendidikan menengah dan tinggi diperluas.

Pada 2006, Dewan Mufti Rusia mengembangkan Konsep Pengembangan Pendidikan Islam di Rusia, yang menguraikan kerangka utama pendidikan Islam, termasuk persetujuan standar pendidikan, pengesahan lembaga pendidikan Islam, penyatuan diploma, dll.

Konsep Pelatihan Spesialis dengan Pengetahuan Lanjutan tentang Sejarah dan Budaya Islam 2015 berfokus pada upaya melawan penyebaran ide-ide Islam yang dianggap radikal secara lebih luas.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)