LANGIT7.ID-Medan; Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menghadiri pelantikan Kepengurusan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Koordinator Wilayah Sumatra Utara Periode 2026 - 2030. Pelantikan yang berlangsung di Rumah Budaya Tangga tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melestarikan tradisi perkerisan sebagai bagian penting dari warisan budaya Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon jelaskan bahwa SNKI adalah salah satu dari enam organisasi budaya Indonesia yang telah terakreditasi oleh UNESCO. “SNKI merupakan suatu organisasi yang dibentuk oleh pemerintah melalui hasil Kongres Perkerisan pada 2016 silam. Pada awalnya panggung keris yang ada hanya sekitar 16, kini sudah lebih dari 250 penggiat keris di seluruh Indonesia. Ini menandakan kesinambungan dan keberlanjutan budaya kita,” tegasnya dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).
Lebih lanjut, Menbud Fadli Zon juga mendorong upaya pelestarian keris melalui literasi dan juga peningkatan kapasitas para pelaku keris. “Kita berharap semakin banyak orang yang mengapresiasi keris. Maka itu diperlukan banyak literasi dan kajian terkait keris. Kementerian Kebudayaan juga membuka Lembaga Sertifikasi Profesi Keris Indonesia, dengan 29 skema di dalam lembaga sertifikasi,” tambahnya.
Keris Indonesia tercatat sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity UNESCO sejak tahun 2005 silam, setelah pencatatan Wayang pada tahun sebelumnya. Tahun ini, Indonesia kembali akan mengajukan dua nominasi objek pemajuan kebudayaan untuk disidangkan dan diinskripsi pada sidang UNESCO yang akan diselenggarakan akhir tahun mendatang, yaitu Tempe dan Mak Yong yang dinominasikan melalui skema pengajuan bersama dengan Malaysia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum SNKI Wilayah Sumatra Utara, Zulfani Anhar, menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus apresiasi pemerintah dalam menahkodai upaya pemajuan kebudayaan serta mengenalkan kembali kearifan lokal Nusantara melalui benda-benda bersejarah, salah satunya Keris.
Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan antara lain Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara; Direktur Warisan Budaya, I Made Dharma Suteja; Direktur Sarana dan Prasana, Feri Arlius; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh, Piet Rusdi; dan Kepala Balai Pelestarian Wilayah II Medan, Sukronedi.
Menutup sambutannya, Menteri Fadli berharap Keris dapat dijadikan sebagai salah satu IP budaya Indonesia. “Ini adalah bagian dari warisan budaya kita yang harus kita jaga dan bisa kita jadikan sebagai intellectual property, bersama dengan objek budaya lainnya,” pungkasnya.
Kementerian Kebudayaan RI berkomitmen untuk terus mendukung kerja komunitas dan masyarakat dalam upaya pelestarian kebudayaan sebagai langkah kolaboratif antara pemerintah dengan masyarakat dalam upaya pemajuan kebudayaan Indonesia.
(lam)