LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melaksanakan dialog strategis dengan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, tersebut membahas sejumlah rencana pemajuan kebudayaan di Kabupaten Kuningan, mulai dari revitalisasi museum hingga penguatan ekonomi daerah berbasis budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli mengungkapkan bahwa Kabupaten Kuningan berpotensi menjadi salah satu daerah lumbung budaya (
cultural enclave) di kawasan Jawa Barat, di mana hal tersebut diperkuat dengan Kabupaten Kuningan yang memiliki sejumlah warisan budaya benda maupun tak benda. Menbud Fadli memberikan contoh upacara Adat Seren Taun, serta sejumlah situs historis seperti Situs Purbakala Cipari, Graha Wangi, Rumah Sutan Syahrir hingga Museum Gedung Perundingan Linggarjati. “Banyak situs bersejarah yang dapat dikunjungi di Kuningan, seperti Museum Gedung Perundingan Linggarjati, Rumah Sutan Syahrir, dan juga beberapa mungkin museum yang ada di sana,” ujar Menbud Fadli dalam keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).
Terkait Museum Gedung Perundingan Linggarjati, Menteri Kebudayaan turut mendorong pemetaan koleksi yang akan dipamerkan di museum tersebut guna memperkaya khazanah serta memperkuat alur cerita (
storyline) museum. Menbud mengusulkan salah satu koleksi lukisan yang dapat ditaruh pada museum, yakni sketsa Henk Ngantung yang menggambarkan sketsa Perjanjian Linggarjati.
“Salah satu pelukis ternama Henk Ngantung juga membuat sketsa saat Perjanjian Linggarjati berlangsung. Henk Ngantung datang dan melukis para peserta Perjanjian Linggarjati yang hadir, membuat sketsa
on the spoti,” jelas Menteri Fadli.
Menguatkan pernyataan Menbud, Dian Rachmat Yanuar selaku Bupati Kuningan menegaskan bahwa pelestarian aset kebudayaan di Kabupaten Kuningan memegang peranan penting dalam menjaga identitas sejarah dan jati diri daerah. “Kabupaten Kuningan punya kedalaman budaya yang bisa terus dieksplor untuk pengembangan budaya dan ekonomi daerah. Beberapa hal yang akan kami lakukan adalah revitalisasi cagar budaya, digitalisasi koleksi museum, dan pemetaan data objek pemajuan kebudayaan,” papar Dian.
Hadir dalam pertemuan ini untuk mendampingi Menteri Kebudayaan, di antaranya Staf Ahli Menteri bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; serta Sekretaris Direktorat Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara. Turut hadir pula Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani; Staf Ahli Profesional Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, AA Ade Kadarisman; serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan, Carlan.
Kementerian Kebudayaan terus mendukung upaya pelestarian situs cagar budaya serta penguatan ekosistem pemajuan kebudayaan di berbagai daerah, terutama Kabupaten Kuningan. Melalui langkah-langkah strategis, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk memastikan warisan budaya tetap terjaga sekaligus memberi manfaat bagi generasi masa kini dan mendatang.
(lam)