LANGIT7.ID-, Jakarta - - Aktris Hollywood sekaligus aktivis kemanusiaan
Angelina Jolie kembali menyoroti
krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Jolie membagikan sebuah surat menyentuh dari seorang perempuan berusia 26 tahun asal Gaza.
Surat tersebut berisikan gambaran beratnya kehidupan
warga Gaza di tengah konflik berkepanjangan. Unggahan tersebut juga disertai foto-foto anak-anak serta tangkapan layar isi surat yang memperlihatkan kondisi nyata di lapangan.
Baca juga: Angelina Jolie Kunjungi Perbatasan Rafah, Soroti Distribusi Bantuan KemanusiaanPerempuan tersebut diketahui kehilangan ayahnya akibat serangan artileri dan kini tinggal di tenda bersama saudara kembarnya yang lumpuh serta anggota keluarga lainnya.
Dalam keterangannya, Jolie menuliskan bahwa surat itu menggambarkan kehidupan sehari-hari warga Gaza yang terus berjuang bertahan hidup.
“Saya ingin membagikannya. Realitas mereka terus berlangsung, bahkan ketika perhatian dunia beralih ke peristiwa lain yang juga memilukan,” tulis Jolie, dilihat LANGIT7.ID pada Kamis (26/3/2026).
Isi surat tersebut melukiskan kondisi yang sangat memprihatinkan. Penulis surat menyebut bahwa dalam konflik sebelumnya, kehilangan atau
kematian dianggap sebagai penderitaan terbesar. Namun dalam situasi saat ini, ia menggambarkan ada hal yang lebih buruk.
“Dalam perang ini kami menemukan bahwa ada sesuatu yang lebih buruk dari kematian, yaitu terus hidup tanpa semangat, membawa beban penderitaan seberat puing-puing beton tempat kota kami dulu berdiri,” tulisnya.
View this post on InstagramA post shared by Angelina Jolie (@angelinajolie)
Baca juga: Lagi, Angelina Jolie Unggah Surat Curhatan Gadis AfghanistanSurat tersebut juga mengungkap perjuangan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti mendapatkan air bersih dan makanan. Warga harus berjalan jauh dalam kondisi ekstrem untuk mengambil air, serta mengantre panjang untuk mendapatkan makanan dari dapur umum.
Selain itu, dampak konflik terhadap anak-anak juga menjadi sorotan. Banyak anak disebut telah melupakan seperti apa sekolah, bahkan tidak lagi terbiasa memegang pena atau mewarnai di buku.
“Mimpi mereka kini terbatas hanya pada mendapatkan satu liter air atau sepiring makanan,” demikian kutipan dalam surat.
Bahkan, meski barang-barang kebutuhan sangat melimpah, namun harga yang ditawarkan sangat tinggi. Padahal warga tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Surat tersebut juga menyoroti kondisi kesehatan warga yang semakin memburuk akibat minimnya fasilitas medis. Rumah sakit yang rusak, kekurangan obat-obatan, paparan gas beracun, hingga keterbatasan listrik dan bahan bakar untuk memasak memperparah situasi.
Baca juga: Dibintangi Angelina Jolie, Eternals: Film Super Hero Marvel dengan Nuansa BaruMeski demikian, di tengah berbagai kesulitan tersebut, penulis surat tetap menyampaikan harapan. Ia menegaskan bahwa warga Gaza terus berusaha mempertahankan semangat hidup dan percaya akan masa depan yang lebih baik.
“Orang-orang di Gaza masih terus berjuang untuk menghadirkan kembali rasa hidup dan kebahagiaan. Mereka tetap memegang harapan akan masa depan yang lebih indah. Mereka selalu memberikan senyuman di wajah, saling menolong dan menyayangi satu sama lain” tulisnya.
(est)