LANGIT7.ID - Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mempertebal rasa cinta kepada baginda Rasulullah. Maulid nabi jatuh pada setiap 12 Rabiul Awal kalender Hijriah.
Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi masing-masing dalam memperingati maulid nabi. Demikian pula para santri di pondok pesantren. Banyak cara-cara unik mereka lakukan sebagai bentuk suka cinta atas kelahiran Sang Rasul pembawa cahaya Islam ke muka bumi.
Pada umumnya, perayaan dilakukan dengan mengadakan pengajian di masjid, majelis taklim, dan mushola. Ada pula lomba-lomba seperti adzan, membaca pidato, membacakan puisi, shalawatan, dan lomba-lomba lain bertema maulid nabi.
Ada pula yang memiliki tradisi unik dalam merayakan maulid Nabi. Berikut di antaranya:
1. Pawai Dongdang![Ragam Cara Unik Santri Rayakan Maulid Nabi, Ada Lomba Sepakbola Durian]()
Pawai Dongdang merupakan tradisi unik Pondok Pesantren Riyadhul Awamil di Kecamatan Baros, Serang, Banten dalam menyambut bulan maulid.
Dongdang merupakan sebutan untuk hasil karya yang terbuat dari kayu atau bambu yang dirangkai berbagai macam bentuk. Ada yang berbentuk menyerupai hewan, kendaraan, hingga menyerupai bangunan.
Dongdang biasanya dibalut kain sarung atau kertas karton serta ditempelkan berbagai macam makanan, pakaian, hingga uang kertas mulai pecahan Rp2000 hingga Rp100 ribu.
Tradisi unik ini selalu diikuti semua santri di Pondok Pesantren Riyadhul Awamil. Semua santri turut serta baik dari Komplek Kebon, Komplek Masjid, Komplek Mancak, Komplek Menes, Komplek Cilegon, dan Komplek lain di lingkungan pesantren.
Biasanya santri dari masing-masing komplek berlomba-lomba membuat dongdang seunik dan seindah mungkin. Lalu dongdang itu dibawa ke jalan untuk mengikuti arak-arakan sebagai penyambutan bulan maulid.
Para santri juga menggelar acara teatrikal atau pertunjukan teater yang ditampilkan oleh perwakilan santri dari komplek masing-masing.
2. Sepakbola Durian
![Ragam Cara Unik Santri Rayakan Maulid Nabi, Ada Lomba Sepakbola Durian]()
Santri di Kabupaten Kebumen memiliki cara tersendiri dalam memeriahkan maulid nabi. Mereka merayakan acara itu dengan bermain sepakbola dengan buah durian. Durian digiring dan dioper para pemain dengan kaki telanjang.
Empat tim masing-masing 7 orang. Sebelum pertandingan dimulai, para pemain dibacakan doa-doa oleh pengasuh Ponpes.
Sepak bola memang dekat dengan santri, misalnya santri Pondok Pesantren Alhasani. Bahkan para santri di pesantren ini pernah menggelar sepakbola api.
Selain merekatkan persaudaraan antar santri, sepakbola durian ini juga menjadi tontonan menghibur bagi para warga sekitar.
3. Hadiah GantungSantri Pondok Pesantren Miftahus Sa’adah, Jombang, Jawa Timur memiliki tradisi unik dalam memperingati maulid nabi. Di ponpes ini ada tradisi 'Hadiah Gantung'.
Acara maulid di ponpes tersebut diawali dengan penampilan hadrah shalawat Albanjari. Di tengah penampilan hadrah itu, dengan komando dari panitia, santri berebut 'Hadiah Gantung' yang sudah disiapkan.
Keceriaan berebut hadiah menjadi suasana yang sangat menarik dalam perayaan ini. Semua mengerahkan kekuatan untuk mendapati hadiah.
4. Bagi-Bagi Uang![Ragam Cara Unik Santri Rayakan Maulid Nabi, Ada Lomba Sepakbola Durian]()
Pondok Pesantren Darul Hikmah di Desa Langkap, Kecamatan Burneh Bangkalan memiliki tradisi unik saat peringatan maulid nabi. Panitia membagikan uang kepada santri dan masyarakat dengan cara ditaburkan.
Usai membaca barzanji dan doa, uang lembaran Rp10.000 ditaburkan kepada sekitar 2.000 undangan yang hadir. Jumlah uang terbilang fantastis. Bisa mencapai Rp30-an juta. Uang sebesar itu dikumpulkan selama satu tahun. Saat perayaan maulid, semu disedekahkan untuk santri dan masyarakat.
Tradisi unik merupakan salah satu bentuk rasa syukur dan cinta kepada baginda Nabi Muhammad SAW. sebab, kehadiran beliau masyarakat dunia bisa merasakan manisnya Islam.
5. Diisi berbagai Macam LombaMaulid nabi juga lekat dengan lomba-lomba. Seperti yang dilakukan Organisasi Santri Darunnajah Cipinang (SDC). Ada banyak lomba seperti Darunnajah Idol dan Broadcasting dari Bagian Bahasa dan Penerangan; Maulid Intelegent dari Pengurus Inti yaitu Ketua Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) beserta Sekretaris dan Bendahara; dan Bubble Gum dari Bagian Pengajaran.
Kemudian ada Panca Lomba dari Bagian Kesejahteraan Santri dan Bagian Kesehatan; Make Over Books dari Bagian Perpustakaan; Drawing, Make Tower, dan Pipa Project dari Koordinator Pramuka; Musabaqoh Hifzhul Qur`an dari Bagian Peribadatan; Piece Of Carriebean dari Bagian Olah Raga; dan Andai Aku Menjadi Bagian Keamanan.
Lomba diadakan seharian penuh. Biasanya, acara maulid diawali dengan Retorika Dakwah yang disampaikan oleh pimpinan pondok. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan berbagai macam perlombaan hingga sore hari.
Karena padatnya perlombaan, maka jadwal kegiatan memakan waktu selama seharian penuh, dari Pukul 07.00 s.d. Pukul 23.00 WIB. Salah satu lomba unik dalam perlombaan ini adalah Bubble Gum. Peserta ditantang mencuci satu potong baju yang telah dilumuri lumpur. Peserta mencuci baju dengan iringan musik dan diharuskan bergaya unik. Masing-masing kelompok memamerkan kreasinya.
(jqf)