LANGIT7.ID, Jakarta - - Penciptaan manusia ke muka bumi oleh Allah SWT bukan tanpa alasan dan tujuan. Manusia sejatinya diciptakan untuk mengabdi kepada Allah SWT melalui ibadah dalam seluruh aspek hidupnya dan akan dikembalikan ke akhirat kelak di usia yang sudah tentukan.
Jika manusia menyadari hal tersebut, tentunya kefanaan dunia dan kesenangan yang semu ini tidak akan menipu manusia dari berbagai godaan dan ujian dunia. Sebab, semua itu akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT.
Sayangnya, banyak manusia tidak menyadari tentang tugas dan fungsinya darimana ia diciptakan, untuk apa ia diciptakan, dan hendak kemana dia setelah diciptakan?
Baca juga:
Carilah Dunia, Namun Jangan Lupakan Negeri AkhiratAyat di bawah ini cukup menjadi renungan bagi kita selaku orang beriman untuk terus melakukan muhasabah (introspeksi) atas apa yang telah kita perbuat. Sebab, Allah SWT tidak membiarkan begitu saja manusia diciptakan, karena ia akan kembali menghadap Rabbul semesta alam dengan amalan dan bekalnya selama hidup di dunia.
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Latin: A fa ḥasibtum annamā khalaqnākum 'abaṡaw wa annakum ilainā lā turja'ụn.
Arti: Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Baca juga:
Berdoa Tanpa Paham Artinya Apakah Tetap Dikabulkan?Pengajar tafsir Universitas Islam Madinah Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris menyampaikan makna أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا (Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main?)
Yakni lalu Kami melalaikan kalian? Sebagaimana penciptaan hewan ternak, tanpa memberi pahala atau siksaan? وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?) Dengan membangkitkan dan mengumpulkan kalian kemudian Kami membalas amalan kalian.
Dalam ayat tersebut, Allah SWT menegaskan bahwa penciptaan manusia tidaklah sia-sia. Tatkala manusia hidup tentu membutuhkan pedoman agar dapat memibimbingnya sesuai jalan yang diridai Allah. Pedoman tersebutlah yang bernama Alquran.
Melalui Alquran, manusia akan melihat bukti ayat-ayat kauliyyah dan kauniyyah di alam semesta. Dengan kekuasaan tersebut, maka sudah selayaknya manusia mengerahkan seluruh potensinya untuk taat dan patuh terhadap perintah serta larangan Allah SWT.
Baca juga:
4 Amalan Sunnah Sehari-hari, Tak Hanya saat Maulid Nabi(asf)