LANGIT7.ID-Spanyol; Lamine Yamal kembali menambah koleksi trofi dalam karier mudanya yang gemilang. Setelah memastikan gelar La Liga 2025-26, ia kini telah mengoleksi tujuh gelar sebelum berusia 19 tahun. Dengan pencapaian luar biasa di usia yang begitu muda, muncullah pertanyaan: bagaimana angka-angka ini jika dibandingkan dengan perolehan gelar awal para legenda seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo?
Pada Minggu, 10 Mei, Barcelona meraih kemenangan 2-0 atas Real Madrid dalam El Clasico terakhir musim 2025-26. Hasil ini secara resmi mengunci gelar La Liga bagi Blaugrana di kandang sendiri. Barcelona saat ini duduk di puncak klasemen dengan 91 poin dari 35 pertandingan. Dengan keunggulan 14 poin dan hanya tiga lomba tersisa, mereka secara matematis telah menyingkirkan Los Blancos dari perburuan gelar.
Keberhasilan La Liga 2025-26 ini menjadi trofi kedua Yamal musim ini, setelah kemenangan Piala Super Spanyol pada Januari lalu, di mana Barcelona mengalahkan Real Madrid 3-2 di partai final. Meski pasukan Catalan tersingkir dari Copa del Rey dan Liga Champions—terhambat oleh ketangguhan Atletico Madrid di kedua kompetisi—evolusi tim menjadi kekuatan besar di bawah pelatih Hansi Flick tidak bisa dipungkiri.
Lebih lanjut, kebangkitan Yamal bukanlah keberuntungan semusim. Produktivitas statistiknya terus meningkat seiring dengan peran taktisnya. Musim 2025-26 menjadi tahun terbaik karier pemain muda ini, dengan raihan 24 gol dan 17 assist. Tidak lagi sekadar playmaker kreatif, Yamal telah menjelma menjadi ancaman gol utama Barcelona dan penyerang paling berbahaya di liga.
Rincian Trofi YamalKarena ulang tahunnya yang ke-19 baru tiba pada 13 Juli, koleksi trofi Yamal saat ini telah mencapai tujuh gelar besar di usia baru 18 tahun 10 bulan. Koleksinya meliputi enam gelar bersama Barcelona dan satu kemenangan bersejarah bersama tim nasional Spanyol:
· La Liga 2022-23 (Barcelona)
· Euro 2024 (Spanyol)
· Piala Super Spanyol 2024-25 (Barcelona)
· Copa del Rey 2024-25 (Barcelona)
· La Liga 2024-25 (Barcelona)
· Piala Super Spanyol 2024-25 (Barcelona)
· La Liga 2025-26 (Barcelona)
Koleksi Trofi Lionel Messi di Usia 18 TahunSebagai lulusan La Masia yang kidal, Lionel Messi dan Lamine Yamal memiliki lebih dari sekadar latar belakang pembinaan yang sama. Namun, di usia Yamal saat ini, pemain asal Argentina itu masih dalam tahap awal menjadi starter reguler, bukan sebagai wajah utama tim.
Sebelum berusia 19 tahun pada Juni 2006, Messi telah meraih empat trofi besar bersama Barcelona—tiga lebih sedikit dari Yamal. Koleksinya meliputi dua gelar La Liga beruntun (2004-05, 2005-06), Piala Super Spanyol 2005, dan Liga Champions 2005-06. Meski ia bermain dalam enam pertandingan di musim Eropa tersebut, cedera hamstring memaksanya menyaksikan babak final turnamen dari bangku cadangan.
Di level internasional, Messi juga meraih trofi di level junior. Pada 2005, ia memimpin Argentina meraih kemenangan atas Belanda untuk menjuarai Piala Dunia U-20. Ia dengan gemilang menyapu bersih penghargaan individu di turnamen tersebut, membawa pulang Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak dan Bola Emas sebagai pemain terbaik.
Koleksi Trofi Cristiano Ronaldo di Usia 18 TahunDibandingkan dengan duet Barcelona tersebut, terobosan Cristiano Ronaldo ke jajaran elite para peraih trofi terjadi sedikit lebih lambat dalam perkembangan profesionalnya. Di usia 18 tahun, bintang asal Portugal itu hanya memegang Supertaça Cândido de Oliveira 2002 (Piala Super Portugal) bersama Sporting CP, di mana ia menjadi pemain cadangan yang tidak digunakan saat timnya menang telak 5-1 atas Leixões.
Ronaldo juga meraih Turnamen Toulon bersama tim U-20 Portugal pada Juni 2003. Berbeda dengan Yamal dan Messi, ulang tahun Ronaldo jatuh di pertengahan musim (5 Februari), artinya ia berusia 19 tahun pada awal 2004, tepat ketika musim Eropa memasuki fase krusial.
Jika kita memperhitungkan musimnya di usia 19 tahun (2003-04), ia menambahkan Piala FA bersama Manchester United ke dalam resumenya, menandai trofi besarnya yang kedua. Tahun itu tetap menjadi catatan kaki terkenal dalam sejarah sepak bola. Saat Ronaldo mulai menemukan ritmenya di Old Trafford, Setan Merah tersingkir dari Liga Champions oleh Porto-nya Jose Mourinho, dan "The Invincibles" milik Arsenal menghalanginya meraih gelar Premier League di musim debutnya di Inggris.(*/saf/worldsoccertalk)
(lam)