Langit7, Jakarta - Eiger (PT Eigerindo Multi Produk Industri) mendirikan sebuah tempat ekowisata bertaraf internasional,
Eiger Adventure Land (EAL) di Kabupaten Bogor.
Hal itu mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno yang sekaligus meminta,
Eiger Adventure Land dapat menampung karya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ekonomi kreatif.
Selain itu, ekowisata yang dibangun di atas lahan seluas 326 hektare di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor itu juga diharapkan dapat membuat masyarakat setempat bertransformasi menjadi sentra ekonomi kreatif yang unggul.
“Di masa pemulihan pascapandemi ini, kita perlu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat melalui investasi di sektor pariwisata. Sehingga akan menjadi sektor unggulan dalam pemulihan dan peningkatan ekonomi di masa yang akan datang,” ujarnya saat meletakkan Batu Pertama dan Penandatanganan Prasasti Pembangunan Ekowisata
Eiger Adventure Land, Minggu (17/10).
Baca juga: Menikmati Keindahan Desa Wisata Alam Gosari di Gresik dengan Tunggangi KudaPembangunan ekowisata dengan tema “
Leisure Business” itu juga memprioritaskan kelestarian dan keseimbangan alam. Hal itu diyakini akan menjadi
outdoor adventure playground buat para pecinta wisata petualangan.
Dalam ekowisata itu juga bakal dibangun jembatan gantung (
Suspension Bridge) terpanjang di dunia, sepanjang 535 m dan
Cable Car dengan
rute sepanjang 930 m. Jembatan gantung tersebut digadang-gadang akan mengalahkan jembatan gantung kelas dunia seperti
Arouca Portugal sepanjang 516 meter dan
Carles Kuonen Pegunungan Alpen Swiss sepanjang 490 meter.
"Semoga dengan adanya ikon wisata baru ini nantinya dapat menjadi destinasi kebanggaan masyarakat Bogor, Jawa Barat serta Indonesia. Juga menjadi daya tarik unggulan untuk menarik wisatawan baik dalam maupun luar negeri,” kata Sandiaga.
Sementara itu, Chairman PT Eigerindo, Ronny Lukito, mengatakan, EAL direncanakan dapat mulai beroperasi dan dibuka untuk umum pada 2023 mendatang.
“Ini sebenarnya cita-cita kami di tahun 2012 lalu. Saya dapat ide dari California. Saya ingin buat sebuah ekowisata taman nasional yang bernuansa lingkungan. Untuk izin tidak perlu khawatir. Kementerian Kehutanan sangat amat ketat untuk perizinan. Kami harus betul-betul memperhatikan ekosistem di kawasan ini,” kata Ronny.
Baca juga: Pengelola Usaha Parekraf Harus Miliki SOP Pengelolaan Limbah MedisDari total lahan yang ada, kata Ronny, Eiger hanya menggunakan 1,56 persen untuk dikelola. Menurutnya, bangunan yang dibangun semi permanen.
“Dari 300 hektare ini, peraturan kehutanan hanya bisa dikelola 10 persen, namun karena niat kami bukan ingin membangun, kami hanya pakai 1,57 persen. Itu pun semua bangunannya berbentuk panggung, enggak ada yang nempel,” tambahnya.
(zul)