LANGIT7.ID-Jakarta; Piala Dunia 2026 resmi dimulai di Stadion Mexico City dengan tuan rumah Meksiko langsung menunjukkan dominasinya atas Afrika Selatan pada babak pertama. Hingga turun minum, El Tri memimpin 1-0 berkat gol Julian Quinones pada menit ke-9.
Didukung ribuan pendukung yang memadati stadion, Meksiko langsung mengambil kendali permainan sejak peluit awal dibunyikan. Tim asuhan tuan rumah lebih banyak menguasai bola, sementara Afrika Selatan memilih bertahan rapat dan mencoba meredam tekanan.
Peluang pertama datang pada menit ketiga ketika Alvarado dilanggar keras oleh Modiba. Tendangan bebas dari jarak sekitar 40 yard dieksekusi Gutierrez, tetapi bola hanya menghantam pagar hidup lawan.
Dua menit kemudian, Meksiko kembali mengancam. Reyes melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum mengirim umpan tarik ke tepi kotak penalti. Raul Jimenez menyambut bola dengan posisi yang menjanjikan, tetapi penyelesaiannya tidak sempurna sehingga kiper Williams masih mampu menjatuhkan diri dan menepis bola keluar lapangan.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit kesembilan. Gol berawal dari upaya Williams membangun serangan dari belakang dengan mengoper bola kepada Sithole. Namun, sentuhan pertama Sithole buruk dan langsung ditekan oleh Lira.
Bola liar kemudian jatuh ke kaki Quinones. Penyerang Meksiko itu bergerak maju sebelum melepaskan tembakan yang melewati kolong kaki Williams untuk membawa tuan rumah unggul 1-0. Gol tersebut menjadi momen spesial karena tercipta pada laga pembuka Piala Dunia yang digelar di kandang sendiri.
Setelah unggul, Meksiko tidak mengendurkan tekanan. Quinones kembali aktif mengancam pertahanan lawan dan sempat memaksa Afrika Selatan bertahan lebih dalam. Pada menit ke-20, ia mendapatkan ruang tembak di sisi kanan serangan, tetapi sepakan kerasnya masih melambung di atas gawang.
Afrika Selatan baru mulai menunjukkan perlawanan setelah pertengahan babak pertama. Mereka sempat mengalirkan bola ke area pertahanan Meksiko, namun kesulitan menciptakan peluang bersih. Mokoena bahkan menerima kartu kuning setelah terlambat menghadang Fidalgo yang sedang membangun serangan.
Meksiko terus mencari gol kedua. Pada menit ke-30, Fidalgo mengirim umpan terobosan ke dalam kotak penalti untuk Gutierrez. Gelandang tersebut mencoba membuka ruang tembak, tetapi Okon tampil sigap dengan melakukan blok penting.
Sempat terjadi gangguan ritme pertandingan setelah jeda minum pada menit ke-25. Meski demikian, Meksiko tetap terlihat lebih nyaman menguasai permainan.
Afrika Selatan memperoleh peluang terbaiknya pada menit ke-38. Mbokazi mengirim umpan silang dari sisi kiri yang disambut Foster dengan sundulan. Namun, karena posisi tubuh yang kurang ideal, sundulannya hanya melayang tipis di sisi gawang Meksiko.
Menjelang akhir babak pertama, tuan rumah kembali meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-42, Gallardo mengirim umpan lambung akurat ke arah Jimenez di dalam kotak penalti. Namun sang striker gagal menyentuh bola sehingga peluang terbuang begitu saja.
Satu menit berselang, kombinasi apik Meksiko hampir menghasilkan gol kedua. Montes menguasai bola di sisi kanan kotak penalti lalu mengalirkannya kepada Quinones. Dengan sentuhan cerdas dan kemampuan menahan tekanan bek lawan, Quinones mengembalikan bola ke jalur lari Gutierrez. Sepakan mendatar Gutierrez sudah mengarah ke gawang, tetapi hanya membentur tiang dekat.
Gutierrez kembali menjadi ancaman pada masa tambahan waktu. Gelandang yang menurut komentator menjadi pemain terbaik di lapangan sepanjang babak pertama itu berhasil masuk ke kotak penalti dan berada dalam posisi ideal untuk mencetak gol. Namun keputusan mengubah jenis tembakannya pada detik terakhir membuat bola justru melenceng jauh dari sasaran.
Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, Afrika Selatan masih kesulitan memberikan ancaman berarti kepada pertahanan Meksiko. Sementara itu, tuan rumah tampil dominan dan berpeluang menambah keunggulan jika mampu mempertahankan intensitas permainan mereka pada babak kedua.
Skor sementara: Meksiko 1-0 Afrika Selatan
(lam)