LANGIT7.ID-Jakarta; Belgia melaju dengan penuh percaya diri ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Amerika Serikat dengan skor telak 4-1 pada Senin. Namun kemenangan ini terasa lebih istimewa bagi De Rode Duivels karena datang di tengah kontroversi yang sempat memanaskan suasana sebelum laga.
Sorotan utama sebelum pertandingan tertuju pada penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. FIFA membatalkan hukuman kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar, sehingga ia tetap bisa tampil melawan Belgia meski seharusnya menjalani larangan bermain satu pertandingan.
Keputusan tersebut memicu reaksi keras. Terlebih setelah muncul kabar bahwa Donald Trump melakukan lobi agar kartu merah Balogun dibatalkan. Belgia bersama sejumlah pihak menilai keputusan itu tidak adil, bahkan UEFA menyebutnya sebagai keputusan yang "tidak dapat dipahami dan tidak dapat dibenarkan."
Begitu peluit panjang berbunyi dan kemenangan 4-1 dipastikan menjadi milik Belgia, akun resmi tim nasional Belgia langsung melontarkan sindiran di media sosial.
"Sekarang coba batalkan ini!" tulis Belgia, disertai foto-foto selebrasi gol para pemainnya. Kalimat tersebut menjadi sindiran terhadap keputusan pembatalan kartu merah Balogun yang sempat memicu kontroversi sebelum pertandingan.
Kapten Belgia, Youri Tielemans, mengakui polemik tersebut justru menjadi bahan bakar tambahan bagi timnya.
"Jujur saja, kami mengadakan rapat ketika mendengar kabar itu. Kami mengatakan kepada diri sendiri bahwa jawaban terbaik adalah membuktikannya di lapangan. Itulah yang kami lakukan hari ini. Saya sangat bangga kepada tim," ujar Tielemans.
Penjaga gawang Thibaut Courtois juga merasa Belgia sempat diremehkan menjelang pertandingan.
"Orang-orang mengatakan mereka bisa mengalahkan kami dengan mudah. Tapi hari ini kami sudah membuktikan bahwa kami benar-benar tim yang bagus. Kami memainkan pertandingan yang luar biasa," kata Courtois.
Sementara itu, winger Dodi Lukebakio mengaku seluruh pemain mengetahui kontroversi Balogun, tetapi memilih tetap fokus pada pertandingan.
"Kami sebenarnya tidak memahami mengapa dia diizinkan bermain, karena dia mendapatkan kartu merah. Namun kami tidak ingin terlalu memikirkannya. Kami hanya ingin fokus memainkan permainan kami, dan itulah yang kami lakukan hari ini," ujarnya.
Gelandang Nicolas Raskin turut menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, keputusan yang terjadi sebelum laga memang terasa tidak adil, tetapi Belgia memilih membalasnya lewat hasil di lapangan.
"Saya pikir selalu ada keadilan dalam hidup. Apa yang terjadi memang menurut kami tidak adil. Tetapi hari ini kami mendapatkan hasil yang kami butuhkan dan menyampaikan pesan kami," katanya.
Berbeda dengan para pemainnya, pelatih Rudi Garcia justru meredam isu tersebut. Ia menegaskan kontroversi itu bukan faktor utama kemenangan Belgia.
"Tidak, kami tidak membutuhkan itu. Yang benar-benar penting bagi kami adalah menjalankan rencana permainan," ujar Garcia.
Garcia juga mengungkapkan dirinya sempat berbicara dengan Balogun setelah pertandingan usai.
"Dia datang menemui saya dan saya menyukai sikapnya. Ini bukan salah dia, bukan dia yang harus disalahkan, dan itulah yang saya katakan kepadanya," tutur Garcia.
Kemenangan meyakinkan atas Amerika Serikat membawa Belgia melangkah ke perempat final. Selanjutnya mereka akan menghadapi Spanyol pada Jumat untuk memperebutkan satu tiket menuju semifinal.
(lam)