LANGIT7.ID-Jakarta; Perjalanan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan cara yang menyakitkan. Setelah sempat menjadi salah satu tim yang paling mencuri perhatian sepanjang turnamen, Amerika Serikat harus mengakui keunggulan Belgia usai kalah telak 1-4 pada babak 16 besar.
Kekalahan itu sekaligus mengakhiri harapan besar publik Amerika yang mulai percaya tim mereka mampu melangkah lebih jauh di turnamen kali ini. Namun, mimpi tersebut berubah menjadi kenyataan pahit hanya dalam waktu 90 menit.
Sorotan terhadap Amerika Serikat bahkan sudah muncul sebelum laga dimulai. Upaya federasi untuk membatalkan kartu merah Folarin Balogun sempat memicu perdebatan besar. Balogun akhirnya tetap dimainkan sejak menit awal, tetapi kehadirannya gagal mengubah nasib tim.
Pelatih Mauricio Pochettino mengakui anak asuhnya tampil jauh di bawah kemampuan terbaik mereka.
"Sejak awal kami tidak benar-benar masuk ke dalam permainan. Bahkan setelah kami mencetak gol, kami langsung kebobolan lagi pada momen berikutnya. Selamat untuk Belgia, mereka memang lebih baik dari kami," ujar Pochettino.
"Kami tidak menunjukkan apa yang sebenarnya bisa ditunjukkan oleh tim ini."
Belgia justru membuat kejutan dengan tidak menurunkan Kevin De Bruyne maupun Jérémy Doku sebagai starter. Meski begitu, keputusan pelatih Rudi Garcia terbukti tepat.
Belgia langsung mengancam sejak menit-menit awal. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil ketika Nicolas Raskin memulai serangan yang diselesaikan Charles De Ketelaere untuk membawa Belgia unggul 1-0.
Gol tersebut membuat permainan Amerika Serikat berantakan. Beberapa kesalahan umpan dan kehilangan bola membuat Belgia terus menekan.
Harapan sempat muncul saat Malik Tillman mencetak gol penyeimbang lewat tendangan bebas indah. Bola melengkung melewati pagar hidup sebelum berubah arah akibat sentuhan Hans Vanaken yang membuat Thibaut Courtois tak mampu bereaksi.
Gol itu juga menorehkan sejarah. Tillman menjadi pemain kedua dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak dua gol langsung dari tendangan bebas dalam satu edisi turnamen.
Sayangnya, kebangkitan Amerika Serikat hanya berlangsung sesaat.
Belgia kembali menyerang melalui sisi kanan pertahanan lawan. Leandro Trossard mengirim umpan matang yang disambut sundulan De Ketelaere untuk membawa Belgia kembali memimpin.
Memasuki babak kedua, Pochettino mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Gio Reyna. Namun perubahan tersebut tidak memberikan dampak berarti.
Petaka terbesar datang pada menit ke-57 ketika kiper Matt Freese melakukan kesalahan fatal. Ia keluar terlalu jauh dari sarangnya saat mengantisipasi bola panjang, tetapi ragu-ragu membuang bola setelah mengontrolnya dengan dada.
Kesalahan tersebut dimanfaatkan Hans Vanaken yang dengan tenang menggulirkan bola ke gawang kosong dari jarak jauh. Gol itu membuat Belgia unggul semakin jauh sekaligus memukul mental para pemain Amerika Serikat.
Belgia kemudian memastikan kemenangan pada masa injury time. Romelu Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol penutup untuk mengakhiri perlawanan Amerika Serikat dengan skor 4-1.
Baca juga: Sindiran Pedas Belgia Usai Hancurkan Amerika Serikat 4-1, Tulis: Sekarang Coba Batalkan Ini!Peluit panjang langsung disambut pemandangan penuh kekecewaan. Para pemain Amerika Serikat berjatuhan di lapangan. Chris Richards bahkan tetap tertelungkup di atas rumput selama beberapa menit sebelum akhirnya dihampiri rekan-rekannya.
Amerika Serikat pun harus mengakhiri perjalanan mereka di babak 16 besar, sama seperti tiga penampilan terakhir di Piala Dunia. Setelah tampil memikat sejak fase grup dan sempat diyakini mampu mengubah pandangan dunia terhadap sepak bola Amerika, mereka justru pulang dengan kekalahan telak dan meninggalkan pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu.
(lam)