LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU), KH Abdul Ghaffar Rozin, menilai para santri harus mampu melakukan transformasi digital di lingkungan pesantren.
Era digitalisasi yang berdampak pada perubahan dalam berbagai segmen kehidupan. Segala sesuatu bisa dilakukan secara daring hanya dengan menekan tombol telepon pintar. Transformasi digital telah mempermudah dalam berbagai urusan.
“Santri harus menjadi driver transformasi digital di tempatnya masing-masing. Driver transformasi digital di pesantren tidak boleh dilakukan oleh orang lain (non pesantren), harus dilakukan oleh para santri itu sendiri,” kata Gus Rozin dalam Webinar Internasional Peringatan Hari Santri 2021 yang digelar secara daring pada Rabu (20/10/2021).
Baca Juga: Melacak Asal-usul dan Makna Kata Santri
Dia menilai kultur digital di lingkungan pesantren hanya bisa dimengerti masyarakat pesantren itu sendiri, yakni para santri. Orang luar tidak bisa menyerap dan memodifikasi dengan baik kultur digital di lingkungan pesantren.
Gus Rozin menyebut, RMI telah menggelar Kompetisi Santri 4.0 untuk mewujudkan langkah tersebut. Kompetisi itu berjalan atas kerjasama dengan Amazon Web Service (AWS). Program Kompetisi 4.0 itu mengumpulkan para santri yang berbakat dalam dunia digital dan aplikasi untuk mendorong transformasi digital di pesantren datang lebih cepat serta digerakkan santri.
Selain itu, RMI juga menggelar beberapa acara sebagai rangkaian Peringatan Hari Santri 2021. RMI telah menyusun banyak agenda untuk memeriahkan peringatan tersebut yang dirilis pada 8 September lalu. Di antaranya program Webinar Internasional Peringatan Hari Santri 2021 selama dua hari (20-21 Oktober).
Ada juga agenda khataman Al-Qur’an sebanyak seribu kali yang diadakan pada Kamis, 21 Oktober. Acara yang bertema 1.000 Khotmil Qur’an itu akan diikuti sekitar 2.000 peserta. Selain itu, RMI juga meluncurkan program beasiswa LPDP untuk santri yang ingin melanjutkan pendidikan S2 dan S3 ke luar negeri yang akan ditutup pada 22 Oktober.
“Saya meminta di manapun santri berada. Jika berminat dan merasa mempunyai kapabilitas untuk ikut serta mengikuti beasiswa santri ke luar negeri, ikut saja. Ini harus kita manfaatkan,” ujar Rozin.
RMI juga akan meluncurkan Gerakan Pesantren Asuh. Program itu akan meringankan beban para santri atau anak-anak yang kehilangan orang tua selama pandemi Covid-19.
(jqf)