LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon memberikan sambutan kunci dalam Seminar Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bertajuk "Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Prof. Dr. Achmad Mochtar: Ilmuwan, Martir, Dan Pahlawan Bangsa" yang dilakukan secara daring. Menbud menyatakan bahwa Prof. Dr. Achmad Mochtar sangat layak untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menyampaikan bahwa sejarah bangsa tidak hanya mencatat perjuangan dalam bidang politik, diplomasi, ataupun perjuangan fisik saja. Sejarah dan tokoh dalam bidang ilmu pengetahuan, termasuk didalamnya ilmu kedokteran turut berkontribusi penting dalam sejarah perjuangan bangsa.Prof. Dr. Achmad Mochtar merupakan salah satu tokoh penting bidang ilmu pengetahuan kedokteran yang memiliki pengorbanan luar biasa.
“Prof. Dr. Achmad Mochtar adalah salah satu tokoh yang penting di dalam perjalanan sejarah ilmuwan di indonesia. Beliau adalah seorang dokter dan Kepala Lembaga Eijkman pada masa pendudukan Jepang dan mengorbankan dirinya untuk melindungi rekan-rekan sejawatnya. Menurut saya ini adalah tindakan heroik,” ungkap dia dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Tindakan Prof. Dr. Achmad Mochtar dalam peristiwa yang berkaitan dengan tragedi Romusha di Klender pada Agustus 1944 merupakan bentuk kepahlawanan yang patut dikenang. Menteri Kebudayaan turut menyoroti tokoh-tokoh yang diangkat sebagai pahlawan nasional saat ini jumlahnya masih sedikit. Menurutnya, Achmad Mochtar sangat layak untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
“Dalam seminar ini, saya menyatakan bahwa saya sangat mendukung pengusulan dari Prof. Dr. Achmad Mochtar untuk menjadi pahlawan nasional, karena jasa-jasa dan pengabdian dari beliau luar biasa. Dimasa genting, beliau berani mempertahankan sikap dan pendiriannya tidak goyah meski nyawa sebagai taruhannya. Namanya istimewa bukan semata sebagai ilmuwan, tetapi juga moralnya yang memilih gugur demi melindungi rekan sejawat,” jelas Menbud.
Dalam kesempatan tersebut, Menbud turut menyampaikan apresiasi kepada para akademisi, sejarawan, dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menginisiasi pengusulan Prof. Dr. Achmad Mochtar sebagai Pahlawan Nasional. "Saya mendukung inisiatif rekan-rekan dari Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran UI, para sejarawan, dan para ilmuwan dalam pengusulan Prof. Dr. Achmad Mochtar sebagai Pahlawan Nasional. Rekognisi sering kali datang tidak tepat waktu, sehingga nama beliau belum banyak dikenal masyarakat," tegasnya.
Sebelumnya, Prof. Dr. Achmad Mochtar telah menerima Bintang Jasa Nararya dan namanya diabadikan sebagai rumah sakit di Bukittinggi, namun perjuangan dan pengorbanannya terutama untuk ilmu pengetahuan layak memperoleh penghargaan yang lebih tinggi sebagai bentuk penghormatan negara.
Menutup sambutannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan keyakinannya bahwa pengusulan Prof. Dr. Achmad Mochtar sebagai Pahlawan Nasional sejalan dengan semangat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan lebih banyak tokoh nasional dari berbagai bidang sebagai inspirasi bagi generasi muda.
Keteladanan tokoh-tokoh nasional dalam bidang kedokteran diharapkan dapat mendorong generasi penerus untuk berkiprah dalam memajukan ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta mengedepankan kepentingan nasional. Atas dasar itu, Kementerian Kebudayaan mendukung prosedur pengusulan Prof. Dr. Achmad Mochtar sebagai Pahlawan Nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(lam)