LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mendukung gagasan penyanyi senior Indonesia, Harvey Malaihollo, untuk kembali mengangkat kiprah penyanyi-penyanyi lawas Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Gagasan tersebut dikemukakan dalam audiensi Menteri Kebudayaan dengan Harvey Malaihollo di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, yang turut membahas penguatan ekosistem musik dan keberlanjutan karya para pelaku musik Indonesia.
“Kami sangat mendukung ide Mas Harvey untuk mengangkat kembali penyanyi-penyanyi lawas Indonesia. Kalau dikemas dengan baik, mereka dapat kembali menarik perhatian masyarakat, termasuk melalui kolaborasi dengan penyanyi generasi muda,” ujar Menbud Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Menbud menambahkan bahwa para penyanyi senior memiliki kontribusi penting dalam perjalanan musik Indonesia dan perlu mendapatkan ruang untuk kembali dikenal oleh generasi berikutnya. Menurutnya, upaya tersebut dapat dilakukan melalui pertunjukan dan kolaborasi lintas generasi dengan kemasan yang lebih segar, sekaligus memberikan apresiasi atas karya dan kiprah para musisi yang telah mewarnai sejarah musik Indonesia.
Harvey Malaihollo menyampaikan apresiasi dan kesiapannya membantu Kementerian Kebudayaan dalam mengembangkan gagasan tersebut, termasuk menghubungkan dengan para penyanyi lawas Indonesia. Dirinya menilai musik lawas tetap memiliki penggemar dan perlu didukung melalui ekosistem yang baik agar karya serta kiprah para penyanyinya tetap dikenal dan tidak hilang dari perjalanan musik Indonesia. “Lagu lawas tidak akan kehilangan penggemar. Justru banyak orang yang masih menggemarinya. Kita perlu membangun ekosistem agar lagu-lagu lawas ini tidak hilang,” ujar Harvey.
Audiensi juga membahas pentingnya menjaga makna dan konteks karya ketika lagu-lagu lama dibawakan kembali. Menbud Fadli Zon menekankan bahwa pembaruan aransemen perlu tetap mempertahankan karakter dan jiwa karya, khususnya lagu-lagu yang memiliki nilai sejarah dan kebangsaan, agar pesan yang terkandung di dalamnya tetap dapat dipahami oleh generasi muda.
Selain karya, pelestarian arsip musik dan sejarah perkembangan teknologi perekaman juga menjadi bagian dari pembahasan. Menbud Fadli Zon menyampaikan bahwa dokumentasi karya, rekaman, serta berbagai jejak perjalanan musik Indonesia perlu dijaga dan dikembangkan sebagai sumber pengetahuan dan referensi bagi generasi mendatang. Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, juga tengah menyiapkan gagasan pengembangan museum musik di kota Bandung. Gagasan tersebut mencakup penyajian berbagai memorabilia dan koleksi musik sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan serta memperkenalkan sejarah musik Indonesia kepada masyarakat.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; serta Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan memperkuat apresiasi terhadap para pelaku dan karya musik Indonesia, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan musik nasional agar dapat terus dikenal, diapresiasi, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui kolaborasi lintas generasi, Kementerian Kebudayaan mendorong agar karya dan kiprah para musisi dari berbagai zaman tetap mendapat ruang di tengah perkembangan musik Indonesia.
(lam)