LANGIT7.ID-London; Manchester United harus membayar hampir Rp 1,2 triliun untuk mendapatkan pemain serba bisa Arsenal, Myles Lewis-Skelly. Namun, bek Club Brugge, Joaquin Seys, bisa menjadi alternatif. Sementara itu, pemain internasional Inggris milik The Gunners ini juga menjadi incaran Chelsea.
Gelandang Lewis-Skelly, yang juga bisa beroperasi sebagai bek kiri, merupakan pemain jebolan akademi. Artinya, setiap pendapatan dari penjualannya akan langsung masuk ke kas Arsenal dalam hal regulasi keuangan. Namun, Arsenal tidak ingin melepasnya dengan harga murah.
Meski sempat disebut-sebut harga sekitar Rp 900 miliar, The Sun meyakini bahwa biaya yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 1,2 triliun.
Surat kabar tersebut menjelaskan: "Manchester United siap bergerak untuk merekrut bek kiri Arsenal, Myles Lewis-Skelly, tetapi menganggap harga yang diminta terlalu tinggi.
"Sumber terpercaya mengatakan Arsenal menginginkan harga yang jauh lebih tinggi dari £45 juta (Rp 900 miliar) yang disebut-sebut sebagai banderol Lewis-Skelly. Seorang sumber mengatakan Arsenal bertahan di angka mendekati £60 juta (Rp 1,2 triliun).
"United akan puas dengan Lewis-Skelly, 19 tahun, sebagai rekrutan bek kiri mereka di tengah kesulitan memboyong Lewis Hall dari Newcastle."
United Incar SeysBek kiri lain yang menjadi incaran United adalah Joaquin Seys dari Club Brugge.
Pemain berusia 21 tahun itu akan lebih murah daripada Myles Lewis-Skelly, dengan perkiraan harga sekitar Rp 600 miliar, dan United sedang mempertimbangkan tawaran awal untuk pemain asal Belgia itu.
United mungkin tidak akan membidik penyerang seperti yang sebelumnya dikabarkan, mengingat Marcus Rashnow kini berpotensi bertahan di Old Trafford.
The Mirror mencatat: "Manchester United siap membuka pembicaraan dengan Club Brugge untuk kesepakatan senilai £30 juta (Rp 600 miliar) bagi bek kiri Joaquin Seys setelah ditolak oleh dua target mereka.
"Setan Merah telah menambah dua wajah baru di lini tengah, tetapi bek kiri adalah area lain di mana mereka ingin mendatangkan tambahan pemain. Namun, sepanjang musim panas ini terbukti cukup menantang karena klub telah sampai pada target ketiga yang berbeda.
"Klub asal Belgia itu tidak terburu-buru menjual dan masih memiliki kontrak Seys selama tiga tahun lagi. Mereka tidak akan melonggarkan banderol £30 juta (Rp 600 miliar), tetapi Mirror Football memahami bahwa United sangat mempertimbangkan tawaran pembukaan."
Inter Buru SpenceBek sayap lain yang bisa berpindah klub adalah bek kanan internasional Inggris milik Tottenham Hotspur, Djed Spence.
Spence telah menjadi incaran juara Serie A, Internazionale, sepanjang musim panas. Dan dengan Roberto De Zerbi yang mengeluarkan banyak uang untuk gelandang Matheus Fernandes dan Sandro Tonali, penjualan pemain untuk menyeimbangkan keuangan jelas akan sangat membantu.
Spurs mencari harga sekitar Rp 720 miliar, sementara Inter menawarkan Rp 220 miliar lebih rendah untuk mencapai kesepakatan.
Daily Mail melaporkan: "Inter Milan terus memburu bek sayap Tottenham, Djed Spence.
"Seperti yang dilaporkan Daily Mail Sport, klub Italia itu pertama kali melakukan kontak pada bulan Juni dan berusaha mencari kompromi harga untuk pemain internasional Inggris tersebut.
"Inter menawarkan £25 juta (Rp 500 miliar), hanya Rp 100 miliar lebih banyak dari paket awal yang diberikan ke Middlesbrough saat Tottenham membeli Spence pada 2022. Spurs awalnya mencari harga mendekati £36 juta (Rp 720 miliar)."
Chelsea Siap Pinjamkan MudrykKembalinya Mykhailo Mudryk secara mengejutkan ke skuad utama Chelsea telah menarik minat dari klub lain.
Pemain sayap asal Ukraina itu kembali dari masa larangan doping, dan Chelsea tidak ingin melepasnya secara permanen karena pelatih kepala Xabi Alonso sedang merapikan dan membentuk ulang skuad sesuai keinginannya.
Klub saudara, Strasbourg, kini tertarik untuk meminjamnya, meskipun Mudryk lebih memilih bertahan di Premier League.
The Standard menulis: "Chelsea tidak akan mempertimbangkan menjual Mykhailo Mudryk musim panas ini meskipun ada klub yang mengantre untuk menyatakan minat, tetapi mereka tetap terbuka untuk peminjaman.
"Pemain asal Ukraina itu baru saja kembali setelah absen 20 bulan setelah FA dan WADA mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan larangan dopingnya, yang telah berlaku sejak Desember 2024.
"Standard Sport memahami bahwa The Blues hanya akan mempertimbangkan tawaran peminjaman untuk pemain tersebut, dengan klub saudara BlueCo, Strasbourg, muncul sebagai pihak yang tertarik.
"Namun, Mudryk berharap bisa tetap di Premier League, di mana dikatakan ia memiliki peminat. Bertahan di Chelsea juga belum sepenuhnya dikesampingkan, tetapi untuk saat ini, peminjaman tampaknya menjadi skenario yang paling mungkin terjadi."(*/saf/tntsports)
(lam)