LANGIT7.ID-, Jakarta - - Tidak semua Menteri
Kabinet Merah Putih melaksanakan upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta pada hari ini. Sejumlah Menteri ditugaskan mengikuti upacara di wilayah terdampak gempa bumi
Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut diambil sesuai arahan
Presiden Prabowo Subianto guna memimpin langsung penanganan darurat di lokasi bencana.
Tim pemerintah pusat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno telah bertolak ke lokasi sejak Sabtu malam, 15 Agustus 2026.
Termasuk dalam rombongan tersebut yaitu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, serta Kepala Basarnas Mohammad Syafii.
Skema pembagian tugas para pejabat negara, dijelaskan Pratikno saat berada di kawasan bencana usai memimpin rapat koordinasi di Kabupaten Manggarai Barat pada Minggu, 16 Agustus 2026
"Perlu kami sampaikan juga, kita akan membagi tugas ke lapangan dan kemudian kita besok, akan upacara tidak di Jakarta, tapi kita akan ikut upacara hari ulang tahun kemerdekaan di berbagai daerah," kata dia kepada wartawan usai menggelar rapat koordinasi penanganan darurat pascabencana gempa bumi, melansir laman resmi Presiden RI.
Baca juga: Gubernur NTT Sebut 3 Wilayah Ini Terdampak Gempa Cukup Besar dan Butuh Bantuan SegeraPratikno menambahkan, hal ini demi mendukung pemantauan langsung pada sektor-sektor krusial kendati para menteri berada di lokasi terpisah.
"Jadi kita bagi tugas ke berbagai daerah untuk mengawal sesuai dengan tupoksi kita mengawal isu-isu krusial di daerah tersebut. Tapi kami akan terus berkoordinasi walaupun kita di tempat yang berbeda," lanjut Pratikno.
Penyaluran Bantuan dan PemulihanPada kesempatan yang sama, Pratikno juga menjelaskan mengenai skema penyaluran bantuan logistik dan pemulihan. Ia memastikan sejak hari kedua pascabencana, integrasi penanganan lintas lembaga sudah berjalan.
"Tadi sudah disampaikan, ini akan segera dibentuk posko. Dalam hari kedua ini sudah terbentuk posko, pemerintah pusat ada posko, posko nasional. Nanti Kepala BNPB sampaikan bahwa bantuan logistik dari Jakarta, dari daerah lain terkonsolidasi nanti di Halim, dikirimkan ke sini," ungkap Pratikno.
Dalam tahap penanganan awal, prioritas difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga serta perbaikan fasilitas vital seperti jalan, jembatan, rumah sakit, jaringan listrik, dan komunikasi.
Yang utama, kata dia, tentu saja adalah menyelamatkan warga yang terdampak, kemudian mengembalikan infrastruktur yang rusak agar segera fungsional, apakah itu jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, kemudian juga jaringan internet dan lain-lain. "Itu recover dalam waktu sesingkat-singkatnya," tutur Pratikno.
Baca juga: SBY Sampaikan Permintaan Maaf Tak Bisa Hadiri Upacara Kemerdekaan di IstanaSelain itu, dalam hal penanganan pascabencana di NTT juga dirancang untuk jangka panjang melalui rekonstruksi wilayah yang lebih tahan bencana.
"Bencana tidak bisa sepenuhnya kita hindari, tapi kita harus membangun Pemda yang tangguh, masyarakat yang tangguh, infrastruktur yang tangguh, dan juga masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana," ungkap Pratikno.
Menteri Pratikno turut menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban bencana. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mempercepat penanganan tanggap darurat serta mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban, dan mohon kepada seluruh jajaran masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, segera melakukan aksi cepat dalam tanggap darurat dan mendukung secepatnya rehab-rekon," imbuhnya.
Ia menekankan komitmen pemerintah dalam membangun kembali sarana publik agar lebih tangguh menghadapi ancaman bencana di masa depan.
"Dan kita tentu saja tidak hanya ingin membuat pembangunan itu kembali seperti semula, tapi kita juga berusaha untuk membangun lebih baik di pasapungan, sehingga daerah ini menjadi lebih tangguh dalam mengalami bencana," tandasnya.
(lsi)