LANGIT7.ID, Jakarta - Menjadi seorang disabilitas bukanlah alasan untuk mengeluh dan berhenti berkarya. Seperti pemuda asal Kabupaten Purworejo, Achmad Luthfi Khakim yang memiliki banyak kemampuan walaupun menyandang disabilitas.
Luthfi membuka usaha yang bergerak di bidang penjualan aksesoris dan jasa perbaikan komputer. Ia membuka usahanya ini pada 2018, bermodalkan pengetahuan dan pengalamannya ketika melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari sekolah dulu.
Tidak hanya itu, dengan kekurangannya Luthfi juga merupakan seorang fotografer dan owner media online yang cukup dikenal di daerahnya, yaitu pituruhnews.com.
Luthfi terlahir normal seperti anak lainnya, keterbatasan fisik yang dialaminya berawal saat usianya masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK). Seperti anak kecil pada umumnya yang suka bermain, Luthfi kala itu terjatuh dan mengalami patah tulang.
Namun, kejadian ini terus berulang hingga 20 kali, di mana Luthfi sangat mudah sekali mengalami patah tulang. Hingga saat orang tuanya memeriksakan ke dokter, ternyata ia mengalami masalah kesehatan kekurangan yodium yang mengakibatkan pengeroposan tulang.
Dengan keterbatasan yang dimilikinya, Luthfi tetap bisa mengembangkan kemampuannya untuk bangkit. Berawal dari seringnya ia menggunakan media sosial, ia menyadari adanya peluang yang bisa dimanfaatkannya di sana.
Ketika melihat kurangnya kesadaran akan informasi dari masyarakat, terutama lingkungan terdekatnya. Ia berinisiatif, untuk membuat portal berita online pituruhnews.com yang berisi informasi lokal yang mencakup kecamatan dan kabupaten.
Luthfi mengaku setidaknya ada tujuh orang yang membantunya untuk mengelola situs berita lokal miliknya. Termasuk bagian editing, pengisi suara untuk channel youtube, dan reporter.
“Awalnya masih (mengolah) sendiri. Lama kelamaan ada potensi bahwa media online sangat dibutuhkan. Sehingga saya putuskan untuk mengajak anak-anak muda,” ujarnya.
Kemampuan fotografi dilakukannya bukan sekedar hobi. Kebutuhan untuk mengisi kolom foto pada pituruhnews.com membuatnya terjun ke dalam dunia fotografi. Bahkan ia mengaku, membuat videografi juga dilakukannya untuk mengisi konten di Youtube.
Kepiawaiannya dalam mengoperasikan kamera membuatnya sering diminta pertolongan untuk mendokumentasikan momen penting, seperti pada upacara perkawinan dan urusan album siswa di sekolah. Ia melabelinya dengan nama Wedding Foto Ghembost Photret.
Luthfi menjadi salah seorang penyandang disabilitas yang memberikan manfaat dan menjadi sosok yang memotivasi. Kekurangan tidak menjadikan penghalang bagi Luthfi untuk terus berkarya.
“Bagi penyandang disabilitas, seharusnya tidak boleh berputus asa. Mengasah dan mengetahui potensi diri tentu bisa memberika manfaat bagi sekitar,” sambungya.
Baginya, untuk menciptakan sebuah karya bisa dilakukan dengan keterbatasan apa pun asalkan ada kemauan. Putus asa dan malas, tidak akan membuat seseorang meraih apa yang diinginkannya kecuali kegagalan.
“Jangan pernah terprovokasi dengan orang yang menghambat kita untuk terus maju,” imbuhnya.
(zul)