Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 16 September 2026
home lifestyle muslim detail berita

Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran Usai Serukan Free Palestine, 4 Artis Ikut Mundur

nabil Rabu, 16 September 2026 - 14:34 WIB
Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran Usai Serukan Free Palestine, 4 Artis Ikut Mundur
LANGIT7.ID-Jakarta; Macklemore resmi dikeluarkan dari sisa rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah rapper asal Amerika Serikat itu menjadi sorotan karena meneriakkan “Free Palestine” di atas panggung MetLife Stadium, New Jersey.

Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah venue yang akan menjadi lokasi konser Ed Sheeran menolak kehadiran Macklemore sebagai artis pembuka. Promotor tur Sheeran di Amerika Serikat, Messina Touring Group, mengatakan penolakan dari venue berpotensi membuat konser dibatalkan dan berdampak pada ratusan ribu penggemar.

“Sebagai promotor konser Ed Sheeran’s US Loop Tour, kami telah diberi tahu oleh sejumlah venue dalam jadwal tur mendatang bahwa mereka tidak akan mengizinkan konser berlangsung dengan Macklemore dalam daftar penampil. Hal itu dapat menyebabkan pembatalan tur dan berdampak pada ratusan ribu penggemar,” kata Messina Touring Group kepada Rolling Stone.

“Setelah berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, Macklemore tidak akan tampil dalam sisa jadwal sebagai artis pendukung,” lanjut promotor tersebut.

Ed Sheeran belum memberikan tanggapan langsung atas permintaan komentar mengenai keputusan itu.

Rapper asal Seattle tersebut sebelumnya dijadwalkan menjadi penampil pembuka Sheeran dalam delapan dari 10 konser tersisa dalam rangkaian US Loop Tour. Tur itu akan kembali digelar pada 19 September di Philadelphia.

Venue yang disebut keberatan dengan kembalinya Macklemore mencakup stadion di Philadelphia serta sejumlah lokasi di luar Boston, Atlanta, Charlotte, Indianapolis, Dallas, dan Tampa.

Macklemore, yang telah lama menyuarakan dukungannya terhadap hak-hak warga Palestina dan masyarakat di Gaza, menyampaikan pernyataan tersebut ketika pertama kali tampil dalam Loop Tour pada 4 September.

Dalam pidatonya selama sekitar dua menit, Macklemore mengatakan salah satu alasan dirinya ingin mengikuti tur tersebut adalah agar dapat menggunakan panggung stadion untuk menyuarakan dukungan kepada Palestina.

“Sebagian besar alasan saya ingin melakukan tur ini sejak awal adalah agar saya bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat dekat dan berarti bagi saya: ‘Free Palestine,’” ujar Macklemore.

“Saya mengatakan: ‘Free Palestine!’ Saya ingin kata-kata itu terdengar lantang dan jelas, agar orang-orang hingga ke Gaza dan Tepi Barat yang diduduki tahu bahwa kami tidak melupakan mereka,” lanjutnya.

Macklemore juga menyinggung kemungkinan munculnya kontroversi akibat pernyataannya. Ia mengatakan bahwa jika suatu hari dirinya tidak lagi berani menyampaikan apa yang ada di dalam hati demi mempertahankan kenyamanan dirinya dan penonton, maka saat itulah ia merasa tidak lagi pantas berada di atas panggung.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut US Immigration and Customs Enforcement (ICE) sebagai “organisasi teroris”.

Macklemore juga menampilkan gambar kehancuran akibat serangan militer Israel di Gaza ketika membawakan lagu protesnya, Hind’s Hall. Lagu tersebut merayakan aksi pendudukan demonstran terhadap sebuah gedung yang mereka beri nama untuk menghormati Hind Rajab, anak berusia lima tahun yang tewas akibat tindakan militer Israel pada 2024.

Pernyataan Macklemore kemudian memicu kritik dari kelompok StopAntisemitism. Dalam unggahan di Instagram, kelompok tersebut menuduh sang rapper telah “menyergap” penonton dengan “propaganda anti-Israel”. Unggahan itu kemudian diperkuat oleh penyanyi Pink.

Dalam unggahan lainnya, Pink menjelaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan Macklemore mengatakan “Free Palestine”. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta artis lain dibungkam dan tidak melakukannya dalam kasus ini.

“Saya tidak membutuhkan siapa pun untuk dipecat, dan saya tidak membutuhkan pengembalian uang. Yang saya butuhkan adalah bisa mengatakan, sebagai seorang ibu Yahudi, ‘itu membuat saya takut, dan itu membuat orang-orang yang saya cintai takut,’ tanpa diberi tahu bahwa ketakutan kami hanyalah propaganda, dan tanpa diberi tahu bahwa saya entah bagaimana mendukung genosida hanya karena saya menyadari hal itu,” tulis Pink.

Israeli American Council juga mendesak agar Macklemore dikeluarkan dari tur tersebut. Mereka mempertanyakan “di mana batasnya ketika seorang artis pembuka menggunakan panggung konser global untuk menyuarakan agenda politik yang sepihak”.

Pada penampilan keduanya di MetLife Stadium pada 5 September, Macklemore kembali menyatakan dukungannya kepada Palestina. Ia juga secara khusus menyampaikan pesan kepada penonton Yahudi.

“Mengkritik Israel, mengkritik apartheid, menentang genosida sama sekali bukan berarti mengkritik kalian. Pesan saya adalah untuk perdamaian, cinta; agar semua manusia diperlakukan dengan martabat, rasa hormat, dan kesetaraan,” katanya.

Macklemore kemudian mengonfirmasi keputusan tersebut melalui unggahan panjang di Instagram pada Senin pagi. Ia mengatakan Sheeran dan timnya telah memutuskan untuk mengeluarkannya dari tur.

Namun, Macklemore menegaskan bahwa dirinya, Sheeran, maupun Pink bukanlah korban dalam situasi tersebut.

“Kami memiliki karier, uang, kesempatan, keamanan, dan penonton di seluruh dunia. Apa pun konsekuensi yang kami hadapi atas apa yang kami katakan, kami masih bisa pulang kepada keluarga kami,” tulisnya.

“Para korban adalah rakyat Palestina. Para pria, perempuan, dan anak-anak yang telah dibunuh, kelaparan, terusir dari tempat tinggal mereka, dan dipaksa menjalani kekerasan yang tak terbayangkan,” lanjutnya.

Macklemore mengutip angka lebih dari 20.000 anak yang disebut telah tewas di Gaza akibat tindakan militer Israel sejak serangan teroris Hamas pada 7 Oktober 2023.

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut muncul setelah selama sepekan menjalani “percakapan sulit” dengan Sheeran. Macklemore menyebut Sheeran sebagai sahabat selama 13 tahun yang ia anggap seperti “saudara”.

Namun, menurut Macklemore, hubungan persahabatan mereka tidak dapat mengubah tanggung jawabnya untuk menyampaikan apa yang ia yakini sebagai kebenaran mengenai apa yang terjadi.

Menurut Macklemore, Sheeran berada di bawah tekanan dari para pemilik stadion yang digerakkan oleh Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots sekaligus Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts. Di stadion tersebut, Sheeran dijadwalkan tampil berikutnya.

Macklemore mengatakan para pemilik stadion menekan Sheeran untuk mengeluarkannya dari tur karena jika tidak, penyanyi asal Inggris itu berisiko dilarang tampil di venue mereka.

“Ed berada dalam posisi yang kacau,” tulis Macklemore. “Dia tahu itu. Sikapnya yang biasanya apolitis sedang ditantang dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

“Apa yang saya katakan di MetLife sudah saya katakan di panggung-panggung di seluruh dunia selama hampir tiga tahun,” lanjutnya. “Jadi, mengapa sekarang menjadi masalah? Karena sekarang saya berbagi panggung dengan salah satu artis terbesar di dunia, di sejumlah panggung terbesar di Amerika.”

Macklemore menutup unggahan panjang tersebut dengan kembali menyerukan “Free Palestine”.

“Jika kata-kata itu membuat saya kehilangan panggung, sekaligus mengembalikan pembicaraan kepada Palestina, maka ini adalah tur paling sukses yang pernah saya jalani,” tulisnya.

Dalam pernyataan yang diberikan kepada NBC News, Kraft mengatakan keputusan untuk melarang Macklemore tampil di Gillette Stadium diambil setelah pernyataan yang disampaikan sang rapper dalam dua pertunjukan di MetLife Stadium, serta “sejarah yang lebih luas mengenai retorika dan gambar yang kami yakini sangat menyinggung dan menyakiti komunitas Yahudi”.

“Saya akan menyambut kesempatan untuk duduk bersama Macklemore dan membahas fakta-faktanya, karena pada akhirnya tujuan kami sama—perdamaian bagi semua orang, mengakhiri penderitaan, dan mengakhiri segala bentuk kebencian,” kata Kraft.

Ia juga menyalahkan Hamas atas tindakan yang menurutnya “telah menyebabkan penderitaan yang tak terukur bagi warga Palestina maupun Israel”.

“Sebagian besar waktu dan perhatian saya selama satu dekade terakhir telah difokuskan pada perjuangan melawan antisemitisme dan kebencian dalam segala bentuknya, dan saya merasa bertanggung jawab untuk bersuara ketika saya yakin batas tersebut telah dilanggar,” ujar Kraft.

Kraft, yang merupakan seorang Yahudi, mendirikan Foundation to Combat Antisemitism pada 2019. Organisasi tersebut kini dikenal sebagai Blue Square Alliance Against Hate. Ia juga telah lama mendukung negara Israel serta Donald Trump, yang menjadi sekutunya di Gedung Putih.

Rangkaian tur Sheeran di Amerika Utara dijadwalkan berakhir pada November di Raymond James Stadium, Tampa, Florida. Stadion tersebut sebelumnya menjadi lokasi dua konser Ye, rapper yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West, pada awal tahun ini. Ye memiliki sejarah pernyataan antisemitisme.

Sementara itu, Lukas Graham dan Aaron Rowe yang juga dijadwalkan sebagai artis pembuka dalam tur tersebut tetap akan tampil sesuai rencana.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 16 September 2026
Imsak
04:21
Shubuh
04:31
Dhuhur
11:51
Ashar
15:04
Maghrib
17:53
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan