Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Sangat Lembut, Begini Manisnya Rasulullah Memperlakukan Istri

muhammad rifai akif Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:28 WIB
Sangat Lembut, Begini Manisnya Rasulullah Memperlakukan Istri
Banyak hal yang bisa dicontoh dari perlakukan Rasulullah terhadap istrinya. Foto : LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Segala tindakan Rasulullah selalu menjadi panutan umat muslim di dunia, termasuk dalam urusan berumah tangga. Banyak hal yang bisa dicontoh dari perlakukan Rasulullah terhadap istrinya, sesuai syariat Islam.

Para sahabat menilai kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW adalah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Untuk itu, banyak para sahabat yang ingin tahu lebih detail lagi terkait kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW.

Mereka sengaja datang kepada Sayidah Aisyah RA hanya untuk mendapatkan satu hadits tentang bagaimana nabi saat di rumah bersama istrinya tersebut.

Ibnu Qatadah pernah bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Rasulullah SAW. Maka Aisyah menjawab: كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

Akhlak beliau adalah Al-Quran. Yakni sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Quran.

Baca juga : Cara Menanamkan Iman kepada Allah dan Rasulullah Sejak Dini

Gambaran seperti ini pun disampaikan oleh KH. Haris Hakam yang mengajar di Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta.

"Karena semua yang ada di Alquran merupakan akhlak Nabi, maka untuk mencontoh sifat Nabi dalam berumah tangga bisa melihat salah satu ayat di surat At-Taghobun ayat 14," paparnya.

Arti dari ayat tersebut adalah sebagai berikut :

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. At-Taghobun 14)

Menurut Haris Hakam, makna ayat ini sangat relevan dengan mencontoh sifat Nabi membentuk rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Ada beberapa poin yang bisa diambil maknanya.

Dalam ayat tersebut dijelaskan, istri dan anak itu dalam perjalanan rumah tangga pasti ada yang membuat kesal suami atau berbuat salah, sehingga yang perlu dilakukan suami adalah memaafkan.

"Seorang suami yang baik harus punya stok maaf yang bergudang-gudang, yang banyak. Karena dalam perjalanan rumah tangga pasti banyak hal-hal sepele yang bisa membuat dongkol suami, begitupun sebaliknya." papar Haris Hakam.

Menurut kyai yang juga menjabat sebagai pembina di Pondok Pesantren Assafinah Bogor menjelaskan bahwa Rasulullah SAW punya banyak cara dalam menyantuni istri. Diantaranya adalah memeluk dan mencium istri juga anak-anak saat akan pergi atau baru datang.

Dari Aisyah RA menceritakan, “Suatu hari datang seorang Arab Badui (yang biasanya kurang memiliki sopan santun) menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (saat Nabi datang, Nabi mencium dan peluk anak-anak) lalu berkata, ‘Kalian mencium anak-anak kalian, sedangkan kami tidak pernah mencium anak-anak kami.’ Mendengar ucapan itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ataukah aku memiliki apa yang telah Allah cabut dari hatimu berupa sifat kasih sayang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Rasulullah juga kerap membukakan pintu dan menyiapkan tempat duduk bagi istrinya.

Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Kemudian kami pergi ke Madinah (dari Khaibar). Aku melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menyiapkan tempat duduk dari kain lembut di punggung untanya untuk Syafiyyah (istrinya). Kemudian dia duduk di samping untanya sambil meluruskan lututnya dan kemudian Syafiyyah naik dengan meletakkan kakinya di atas lututnya sehingga dia bisa menunggangi unta.” (HR.Bukhori)

Bentuk menyantuni istri lainnya yang dilakukan Rasulullah adalah memiliki panggilan mesra untuk istrinya. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya, ' O' Aisy (panggilan kesayangan 'Aisyah), Malaikat Jibril'alaihissalam telah menyampaikan salam kepadamu." (Muttafaq 'alaih).

Rasulullah juga menunjukkan rasa sayang pada istrinya dengan makan sepiring dan minum segelas berdua. Dari Aisyah radhiyallahu'anha, dia berkata: Saya dulu makan bubur dengan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. (HR.Bukhori).

Dari Aisyah radhiyallhu 'anha, dia berkata: "Saya minum dari gelas yang sama (dengan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam) bahkan saat menstruasi, kemudian Nabi mengambil gelas itu dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulutnya, lalu dia minum." (HR Abdurrazaq).

Tak segan Rasulullah juga menyuapi istri saat makan sebagai bentuk rasa sayangnya. Dari Saad bin Abi Waqosh radhiyallahu 'anhu berkata, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dan sesungguhnya jika kamu memberi rezeki, maka itu adalah sedekah, sampai makanan nasi yang kamu masukkan ke dalam mulut istrimu." (Mutafaqun 'Alaih).

Rasulullah SAW pernah memberi hadiah minyak wangi kasturi kepada istri-istrinya, hal ini diceritakan oleh Abu Salamah, saat Nabi menghadiahkan itu kepada ibunya yang telah dinikahi Nabi.

Kesimpulan dari apa-apa yang dilakukan Rasulullah terhadap istrinya adalah bentuk kasih dan sayang.

"Ekspresi cinta, kasih sayang Nabi kepada istri adalah jika melakukan apa saja selalu berdua dengan istri." ujar Haris Hakam.

Baca juga : Kisah Lemah Lembut Rasulullah Memberi Makan Pengemis Yahudi Buta yang Membencinya

Sebagai manusia sempurna, Rasulullah memiliki sifat pengampun. Seperti itu juga Rasulullah memperlakukan istri bila melakukan kesalahan.

"Hendaklah memberikan ampunan jika istri melakukan kesalahan, berikanlah tempo jika kesalahan yang dibuat cukup besar." Ucap Haris Hakam.

Seorang suami harus bisa mengatur emosi saat mengetahui istri berbuat salah, karena setan sangat suka memancing emosi jika ada yang bisa dijadikan celah olehnya.

"Jangan pernah marah, termasuk saat berbeda pendapat dengan istri, karena Nabi jugapdalam sejarah tidak pernah memarahi istrinya." pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)