LANGIT7.ID, Jakarta - Salah satu tugas penting orang tua adalah menanamkan iman kepada anaknya. Memperkenalkan anak dengan yang ghaib, terlebih kepada Allah dan Rasulullah pada usia dini merupakan keharusan. Tidak boleh ditunda. Pakar Parenting, Irwan Rinaldi atau akrab disapa Ayah Irwan, menjelaskan cara mengenalkan anak kepada Allah dan Rasul-Nya.
“Kenapa penting memperkenalkan anak kepada Allah sejak usia dini? karena Allah memberikan potensi terbaik di umur 0-7 tahun. Di umur tersebut, semua yang terbaik Allah berikan. Allah memberikan pendengaran terbaik, penglihatan, dan hati nurani,” kata Ayah Irwan melalui kanal youtube Belajar Parenting, dikutip Selasa (26/10/2021).
Baca Juga: Ingin Punya Anak Shaleh? Persiapkan Sejak Masih Jomblo
Hal tersebut sejalan dengan Firman Allah Ta’ala dalam surah An-Nahl ayat 78. Dia berfirman, “"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu, dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur."
Tiga nikmat dalam ayat tersebut merupakan modal terbaik bagi balita. Lalu, bagaimana cara mengenalkan anak kepada Allah dan Rasul-Nya?
Dalam pendidikan anak itu ada tiga cara dalam tiga tahap. Pertama, saat anak berusia 0-7 tahun. Pada masa itu, anak diperkenalkan Allah dan Rasul-Nya dengan cara imajinasi. Salah satunya bisa memanfaatkan
golden moment. Golden moment itu memiliki syarat, yakni dimanfaatkan, direbut, dan direkayasa.
Misalnya suatu ketika anak tiba-tiba berceletuk tentang makanan enak setelah makan. Ayah atau bunda bisa mendekati anak dengan tersenyum lalu mengatakan, “itu karena Allah yang menciptakan.”
“Jadi, jawabannya harus dikenalkan sejak dini, karena itu masa terbaik. Bayangkan pendengaran anak pada umur itu Allah berikan 6000 kata-kata per hari. Anak memang tidak mengerti, tapi dia simpan. Penglihatan terbaik, pada masa itu mata anak adalah mesin scanning yang paling hebat,” ucap Ayah Irwan.
Selain itu, Ayah Irwan menjelaskan, saat anak berusia 0-8 tahun, anak belum bisa diminta mengidolakan sosok. Sama halnya ketika mengatakan anak shaleh dan shalehah saat anak berusia 7-8 tahun. Pada umur itu anak akan gemar berbuat salah, maka orang tua berperan menjadi pembimbing mengatakan dan mencontohkan yang benar.
“Makanya pada umur 7-8 tahun, membuat anak mengidolakan Rasul adalah semakin banyak menceritakan dan mencontohkan tentang Rasulullah. Kapan itu digunakan, itu setelah sudah berumur 7-14 tahun,” tuturnya.
Tahap kedua, saat anak berumur 7-14 tahun atau 7-15 tahun. Pada masa ini anak bisa diperkenalkan Allah dan Rasul-Nya dengan cara memberikan contoh dalam bentuk perbuatan dan perkataan.
“Caranya
role play artinya ada yang diperankan. Biasanya di umur ini, yang paling hebat untuk mengenalkan Allah dan Rasul-Nya adalah ayah,” ucap Ayah Irwan.
Tahap ketiga, pada saat anak berusia 15 tahun ke atas. Pada tahap ini mengajak ajak berdiskusi dan menjadikan dia sebagai kawan bicara. Pada usia tersebut, ayah atau bunda lebih banyak berbicara soal konsekuensi.
(jqf)