Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home masjid detail berita

Paduan Budaya di Masjid Agung Banten, Dibangun pada Masa Kesultanan

fajar adhitya Rabu, 27 Oktober 2021 - 19:14 WIB
Paduan Budaya di Masjid Agung Banten, Dibangun pada Masa Kesultanan
Paduan budaya di Masjid Agung Banten. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Agung Banten merupakan masjid bersejarah di tanah air yang kaya akan perpaduan budaya. Masjid ini dibangun pada masa Pemerintahan Sultan Hasanuddin yang menjadi raja pertama dari Kesultanan Banten pada 1566 Masehi.

Sultan Hasanuddin adalah putra pertama Sunan Gunung Jati, satu dari sembilan Wali Songo yang menyebarkan Islam di nusantara. Kesultanan Banten merancang masjid agungnya dengan sangat kaya akan perpaduan budaya Jawa, China, Hindu, dan Eropa.

Ciri khas arsitektur China nampak pada atap bangunan utama yang bertumpang lima mirip pagoda pada kuil-kuil persembhayangan yang juga merupakan karya arsitek China bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.

Kemudian, Masjid Agung Banten memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Bentuknya persegi panjang dengan mengutip gaya Belanda kuno yang dirancang seorang arsitek Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel.

Lucas Cardeel juga membangun menara, Menurut K.C Crucq berpendapat bahwa menara Masjid Agung Banten ini sudah ada sebelum tahun 1569/1570, bahkan berdasarkan tinjauan seni bangunan dan hiasannya, ia berkesimpulan menara ini didirikan pada pertengahan kedua abad XVI yaitu antara tahun 1560 sampai 1570.

Mengutip Simas Kemenag, pada 1570-1580 tepatnya pada masa pemerintahan Maulana Yusuf yang tak lain adalah putra dari Maulana Hasanuddin, Masjid Agung Banten diperluas dengan serambi muka dan samping. Selain perbaikan Masjid juga dibangun menara Masjid dengan bantuan Cek Ban Cut,seorang muslim berkebangsaan Mongolia.

Masa pemerintahan Maulana Muhammad (1580-1596); Masjid Agung Banten diperindah dengan melapisi tembok Masjid dengan porselin dan tiangnya dibuat dari kayu cendana. Dibangun juga tempat sholat khusus perempuan yang disebut pawestren atau pawadonan.

Pada masa pemerintahan Sultan Haji (1684-1687), dibangun menara baru di halaman muka Masjid dan tiamah(tempat bermusyawarah dan berdiskusi agama) di selatan serambi Masjid. Menara berbentuk mercusuar Eropa dan berdenah segi delapan yang diarsiteki Lucas Cardel.

Tahun 1945-1961. Residen Banten Th. Achmad Chatib bersama masyarakat Banten melakukan perbaikan Masjid. Dibuat atap cungkup penghubung di komplek pemakaman utara. Bangunan-bangunan yang ada di komplek Masjid Agung Banten keadaannya masih terawat dan dikelola oleh Yayasan yang dipimpin oleh H. Tubagus Wasi Abbas.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)