LANGIT7.ID-, Korea Selatan - Kabar duka menyelimuti komunitas pelari jarak jauh internasional, menyusul meninggalnya atlet sekaligus influencer lari populer asal Korea Selatan, Yoo Ji-won, saat mengikuti ajang lari setengah maraton (half marathon) Seoul Race pada hari Minggu (11/10).
Pelari berusia 25 tahun yang juga merupakan bintang media sosial itu jatuh pingsan saat berada kurang dari setengah mil (sekira 800 meter) sebelum garis finis. Ia kemudian segera dilarikan ke fasilitas medis setempat, namun nyawanya tidak tertolong.
Seorang petugas perlombaan menemukan Yoo dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah jalan, dekat garis finis ajang lari berjarak 13 mil (sekira 21 kilometer) tersebut, lalu segera menghubungi layanan darurat.
Yoo sempat diberikan tindakan CPR dan dilarikan ke rumah sakit, namun ia tidak pernah sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia tidak lama kemudian.
Baca juga: Iklannya Viral, Sydney Sweeney Dihujani Kecaman dari Atlet Olimpiade karena Dinilai Rendahkan WanitaHingga kini pihak berwenang belum menentukan penyebab pasti kematian mendadaknya, dan rincian medis resmi pun sama sekali belum diketahui pada tahap ini.
Sementara itu, panitia penyelenggara Seoul Race mengeluarkan pernyataan resmi pada hari Senin untuk mengonfirmasi tragedi tersebut serta menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga mendiang dan komunitas pelari secara luas.
"Kami mendoakan agar mendiang beristirahat dengan tenang dan menyampaikan simpati sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan dalam menghadapi duka yang datang secara tiba-tiba ini," ungkap pihak panitia dilansir New YOrk Post, Sabtu (17/10/2026).
"Kami juga ingin menyampaikan belasungkawa kepada para peserta, yang pastinya merasa sangat terpukul saat mendengar kabar tragis mengenai mendiang. Panitia penyelenggara akan menelaah berbagai hal terkait secara saksama dan mengambil langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan."
Sesama pelari sekaligus teman, Bummy, menceritakan momen-momen terakhir yang menegangkan dalam perlombaan tersebut; saat ia menyelesaikan larinya, ia melihat kerumunan orang berkumpul di dekat area garis finis.
Karena mengira telah terjadi cedera ringan di sepanjang lintasan, ia pun menuju podium acara untuk mencari temannya, sebelum akhirnya mendengar kabar yang meresahkan bahwa temannya itu telah dibawa pergi.
"Di dekat garis finis Seoul Race, saya melihat kerumunan orang dan mengira pasti ada seseorang yang terluka," tulisnya.
Yoo dikenal sebagai influencer lari yang kerap membagikan informasi update hingga menginspirasi banyak atlet muda di seluruh Asia.
Baca juga: Dari Kebiasaan Lari Saat Pulang Sekolah ke Lintasan Dunia: Kisah Aji dan Veda di Balik Sorotan MandalikaNamun di luar lintasan lari, ia juga menjalani karier profesional yang menuntut, yakni sebagai peneliti semikonduktor kecerdasan buatan di Korea Advanced Institute of Science and Technology.
Pada 4 Oktober, Yoo membagikan unggahan terakhirnya di media sosial yang mengungkapkan catatan waktunya dalam sebuah sesi lari sejauh enam mil (sekitar 9,6 kilometer).
Menyusul kabar kematiannya yang mendadak, para pendukung membanjiri unggahan tersebut dengan berbagai ungkapan duka dan penghormatan.
"Semoga kamu bisa berlari sepuas hatimu di langit sana," tulis salah seorang warganet.
"Semoga jiwanya beristirahat dengan tenang. Kuharap kau juga bersinar terang di sana," tulis yang lain.
"Berbahagialah di langit sana… Turut berduka untukmu," tulis yang lainnya lagi.
"Setiap kali melihatnya berlari dalam video, menurutku dia adalah pelari yang luar biasa," tambah yang lain. "Aku akan terus mengingatnya untuk waktu yang lama."
(lsi)