Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 18 Oktober 2026
home masjid detail berita

Indonesia-Jepang Kembangkan Alarm Gempa lewat Pengeras Suara Masjid

esti setiyowati Ahad, 18 Oktober 2026 - 17:16 WIB
Indonesia-Jepang Kembangkan Alarm Gempa lewat Pengeras Suara Masjid
Ilustrasi pengeras suara masjid. Peneliti dari Jepang dan Indonesia tengah memanfaatkan pengeras suara masjid untuk alarm peringatan gempa. Foto: Pexels.
LANGIT7.ID, Jakarta,- - Indonesia dan Jepang bekerja sama mengembangkan sistem peringatan dini gempa bumi dengan memanfaatkan pengeras suara masjid untuk peringatan dini saat guncangan terjadi.

Proyek penelitian yang berlangsung selama lima tahun ini menguji kemungkinan penggunaan pengeras suara yang biasa dipakai untuk mengumandangkan azan sebagai alarm peringatan gempa, terutama bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.

Baca juga: Mengenal Aturan Negara Lain tentang Penggunaan Pengeras Suara Masjid

Mengutip laporan The Guardian, Ahad (18/10/2026) gagasan tersebut dipimpin Dr. Inoue Hiroshi dari Disaster Prevention Research Institute, Universitas Kyoto, Jepang. Menurut Inoue, masjid memiliki potensi besar sebagai sarana penyampaian peringatan karena keberadaannya tersebar di berbagai komunitas.

“Setiap komunitas memiliki masjid,” kata Inoue.

Dia mengungkapkan, ide tersebut muncul hampir dua dekade lalu ketika dirinya meneliti gempa bumi mematikan di Sumatera. Inoue mengenang gempa yang melanda wilayah Sumatera Barat pada 2009 yang menewaskan sedikitnya 1.000 orang.

“Saya berpikir, jika Indonesia memiliki layanan yang sama dan masyarakat menerima peringatan sebelum guncangan terjadi, mungkin banyak dari korban meninggal saat itu yang bisa diselamatkan,” ujarnya.

Indonesia memiliki ratusan ribu masjid dengan pengeras suara untuk mengumandangkan azan lima kali sehari. Perangkat tersebut juga umumnya dirawat oleh masyarakat setempat.

Inoue menilai, keberadaan infrastruktur yang sudah tersedia menjadi salah satu keunggulan pendekatan ini. Berbeda dengan sistem peringatan yang sangat bergantung pada telepon seluler, pengeras suara masjid berpotensi tetap menjadi sarana penyampaian informasi di tengah keterbatasan akses komunikasi.

Baca juga: BMKG Resmi Akhiri Peringatan Dini Tsunami di Maluku Barat Daya

“Keuntungan pengeras suara masjid adalah perangkat itu sudah tersedia dan dirawat dengan baik,” kata Inoue.

Dia menambahkan, pemeliharaan sering menjadi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur kebencanaan. Namun, pengeras suara masjid memiliki keunggulan karena perawatannya dilakukan oleh masyarakat yang menggunakannya.

Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus kepala tim penelitian bersama dari Indonesia, Andi Eka Sakya, menyebut inisiatif tersebut berpotensi menjadi sebuah terobosan dalam upaya mitigasi bencana.

Meski demikian, sistem ini masih dalam tahap pengujian dan belum digunakan untuk mengirimkan peringatan kepada masyarakat secara langsung. Sasaran akhirnya adalah memberikan informasi secepat mungkin agar warga memiliki waktu untuk menyelamatkan diri.

Warga Bisa Hanya Punya Hitungan Detik untuk Menyelamatkan Diri

Tantangan utama sistem peringatan dini gempa adalah cepatnya gelombang gempa merambat. Masyarakat yang berada dekat dengan pusat gempa mungkin hanya memiliki waktu beberapa detik untuk bereaksi.

Baca juga: Peringatan Dini dan Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Kekeringan

Menurut Andi Eka Sakya, sebuah desa yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat gempa bisa saja hanya memiliki waktu lima hingga 10 detik untuk merespons peringatan.

Karena itu, penelitian tidak hanya berfokus pada teknologi penyampaian alarm, tetapi juga mempelajari bagaimana masyarakat di Indonesia dan Jepang bereaksi ketika gempa terjadi.

Di Jepang, panduan keselamatan umumnya menganjurkan masyarakat untuk merunduk dan berlindung di bawah meja atau tempat aman. Sementara di sejumlah wilayah Indonesia, sebagian orang justru bertahan hidup dengan segera keluar dari bangunan yang berisiko roboh.

Inoue mengatakan, masyarakat di beberapa daerah Indonesia terbiasa berlari keluar ruangan ketika merasakan gempa karena memahami risiko bangunan yang dapat runtuh.

Untuk mengetahui respons yang paling sesuai, tim peneliti melakukan simulasi dan eksperimen terhadap manusia. Langkah ini bertujuan menyusun panduan keselamatan yang mempertimbangkan kondisi bangunan serta karakteristik lingkungan setempat.

Pemanfaatan pengeras suara masjid untuk peringatan bencana juga mulai dikembangkan di negara lain. Uzbekistan, misalnya, telah memasang perangkat peringatan di 272 masjid.

Sistem tersebut digunakan untuk memperingatkan masyarakat mengenai potensi banjir, aliran lumpur, tanah longsor, dan longsoran salju.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 18 Oktober 2026
Imsak
04:04
Shubuh
04:14
Dhuhur
11:41
Ashar
14:48
Maghrib
17:49
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan