Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 25 Oktober 2026
home global news detail berita

Greenpeace Sebut Perusahaan Sawit Malaysia dan Singapura Terkait Karhutla RI

esti setiyowati Ahad, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB
Greenpeace Sebut Perusahaan Sawit Malaysia dan Singapura Terkait Karhutla RI
Greenpeace Sebut Perusahaan Sawit Malaysia dan Singapura Terkait Karhutla RI. Foto: Ist
LANGIT7.ID-Jakarta; - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta lahan gambut di Indonesia kembali memicu krisis lingkungan dan ancaman kesehatan masyarakat.

Udara di Pulau Kalimantan dan Sumatera berubah menjadi jingga kecokelatan yang mengkhawatirkan, dengan kualitas udara tercatat berada pada tingkat berbahaya.

Sebagian besar kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia terjadi akibat pembukaan lahan dengan cara menebang dan membakar vegetasi, yang dikenal sebagai metode tebang-bakar (slash and burn).

Metode ini telah lama digunakan petani untuk menyuburkan tanah sebelum menanam tanaman baru.

Baca juga: Kasus Karhutla, DPR Minta Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Pelanggar

Namun, saat ini, pembakaran juga banyak dikaitkan dengan kegiatan perkebunan komersial dalam skala besar sehingga lebih sulit dikendalikan.

Organisasi nirlaba lingkungan, Greenpeace mengidentifikasi sejumlah perusahaan yang berbasis di Singapura dan Malaysia yang memiliki keterkaitan dengan lahan di Indonesia yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Dalam laporan bertanggal 5 Oktober 2026, Greenpeace menyebut Kuala Lumpur Kepong (KLK) Group, perusahaan perkebunan asal Malaysia yang memiliki keterkaitan dengan entitas Indonesia, PT Menteng Jaya Sawit Perdana, sebagai salah satu dari 20 entitas teratas yang teridentifikasi dalam temuan kebakaran di Indonesia.

Identifikasi tersebut mengacu pada basis data sumber asap untuk periode Agustus hingga 1 Oktober 2026.

Greenpeace juga menyatakan bahwa entitas yang sama pernah diidentifikasi memiliki titik kebakaran di wilayah lahannya dalam laporan tahun 2019.

Selain itu, sedikitnya empat konsesi disebut memiliki hubungan korporasi dengan kelompok usaha asal Singapura dan seluruhnya terindikasi memiliki titik sumber asap.

Baca juga: BNPB Catat Karhutla di 16 Wilayah, Kalimantan Terbakar Hampir 19 Ribu Hektar

Salah satunya adalah First Resources, perusahaan kelapa sawit yang berbasis di Singapura. Menurut Greenpeace, lebih dari 30 titik sumber asap tercatat pada periode Agustus hingga September di lahan yang dikelola oleh dua anak perusahaan First Resources di Indonesia.

Dilansir dari BBC, First Resources menyatakan telah menerapkan kebijakan tanpa pembakaran serta melakukan pencegahan, pemantauan, dan pemadaman kebakaran di seluruh wilayah operasionalnya.

Sementara, perusahaan perkebunan Malaysia, Kuala Lumpur Kepong, yang anak perusahaannya, PT Menteng Jaya Sawit Perdana, mengelola lahan di Indonesia dengan 19 titik sumber asap.

Dalam sebuah pernyataan, Kuala Lumpur Kepong Kuala Lumpur Kepong menyatakan bahwa sebagian besar kebakaran terjadi di luar area konsesinya dan semuanya telah dipadamkan.

“Kami tidak membenarkan atau mengizinkan penggunaan pembakaran terbuka untuk persiapan lahan maupun tujuan lainnya di seluruh wilayah operasional kami,” demikian pernyataan perusahaan tersebut.

Baca juga: Kabut Asap Karhutla Indonesia Meluas, Media Asing Soroti Sikap Pemerintah RI

Sejumlah konsesi yang disebutkan dalam laporan Greenpeace meliputi PT Damai Agro Sejahtera yang terafiliasi dengan Bumitama Agri Ltd; PT Kayung Agro Lestari yang disebut memiliki hubungan dengan First Resources, ANJ, Fangiono, dan kelompok usaha berbasis di Singapura; konsesi PT Mitra yang dikaitkan dengan keluarga Fangiono dan First Resources; serta PT Arjuna Utama Sawit yang tercatat sebagai bagian dari First Borneo Plantations.

Temuan tersebut menambah sorotan terhadap hubungan antara penguasaan lahan, aktivitas perkebunan, dan risiko kebakaran hutan serta lahan gambut.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 25 Oktober 2026
Imsak
04:01
Shubuh
04:11
Dhuhur
11:40
Ashar
14:52
Maghrib
17:49
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan