Banjir Kritik Usai Hadiri Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Minta Maaf
esti setiyowatiAhad, 01 November 2026 - 13:59 WIB
Banjir Kritik Usai Hadiri Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Minta Maaf
LANGIT7.ID-Jakarta; - Artis sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, akhirnya memberikan klarifikasi terbuka terkait kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Kehadiran Raffi Ahmad di acara tersebut menjadi sorotan luas dari masyarakat Indonesia. Pasalnya, peserta yang terlibat dalam acara tersebut diduga gadungan dan mendapat bayaran Rp100.000.
Imbasnya, Raffi Ahmad merilis permintaan maaf dan menjelaskan kehadirannya dalam event tersebut. Melalui pernyataan resmi yang diunggah secara kolaboratif melalui akun Instagram resmi @ukp_mudaseni_raffiahmad dan @raffinagita1717, Raffi menjelaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan undangan dari pihak penyelenggara, yakni Polda Metro Jaya.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul munculnya berbagai kritik terhadap kehadirannya dalam acara yang berlangsung sehari setelah demonstrasi sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sipil. Aksi tersebut diketahui membawa tuntutan pertanggungjawaban pemerintah dalam berbagai aspek.
Dalam pernyataannya, Raffi menegaskan bahwa dirinya hadir sebagai tamu undangan dan tidak memiliki maksud untuk merendahkan ataupun mencederai semangat perjuangan generasi muda.
"Sebagaimana dijelaskan oleh Polda Metro Jaya, selaku penyelenggara acara, saya hadir sebagai undangan dalam kegiatan kepemudaan tersebut. Saya datang dengan niat yang tulus dan itikad yang baik tanpa niat merendahkan apalagi mencederai semangat perjuangan generasi muda," tulis Raffi dikutip Ahad (1/11/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa selama ini dirinya berupaya memenuhi undangan dari berbagai pihak, meskipun hanya dapat hadir dalam waktu singkat.
"Sudah menjadi kebiasaan sejak dulu di setiap ada undangan, siapapun yang mengundang saya, insya Allah saya selalu mengupayakan untuk hadir walaupun sebentar," lanjutnya.
Di tengah berbagai kritik yang diterimanya, Raffi turut menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat kehadirannya dalam kegiatan tersebut.
Ia mengakui bahwa niat baik dalam menghadiri sebuah acara tetap harus disertai ketelitian dan pemahaman terhadap kegiatan yang akan dihadiri.
"Saya mohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang dihadiri," ungkapnya.
Raffi juga menyinggung pentingnya menjaga ruang publik dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, ujaran kebencian, caci maki, hingga fitnah.
Lebih lanjut, Raffi menyebut peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi dirinya agar lebih cermat dalam memahami informasi dan berhati-hati sebelum mengambil keputusan.
Ia mengaku menghargai setiap aspirasi, kritik, maupun saran yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, setiap orang memiliki cara masing-masing untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
"Kejadian ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih teliti memahami informasi dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah. Saya menghargai setiap orang yang menyampaikan aspirasi, kritiknya dengan pandangannya, sarannya, semuanya saya hargai," tulisnya.
Raffi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian dan masukan terhadap persoalan tersebut. Berbagai kritik yang diterimanya disebut menjadi pembelajaran untuk terus melakukan perbaikan diri.
"Terima kasih sekali lagi atas perhatian, kritik, dan masukan yang diberikan. Semuanya ini pastinya menjadi pembelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri," tegasnya.
Menutup pernyataan terbukanya, Raffi berharap klarifikasi yang telah disampaikan dapat membantu masyarakat memahami situasi yang sebenarnya terjadi. Ia juga berharap peristiwa tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus evaluasi bagi seluruh pihak, termasuk dirinya.
"Saya berharap penjelasan yang telah disampaikan dapat membantu memperjelas situasi yang sebenar-benarnya terjadi sekaligus ini menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bagi semua pihak termasuk saya," pungkas Raffi.
Sebelumnya, usai Raffi Ahmad menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda, seruan memboikot Sultan Andara itu kencang digaungkan di media sosial. dampak dari seruan tersebut, acara Rans Carnival yang digelar di area parkir Stadion Maguwo Harjo langsung batal karena pengisi acara dan host mengundurkan diri.
Selain itu, sejumlah stan UMKM yang rencananya meramaikan acara tersebut ikut mundur.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.